Groundbreaking Orange County Diresmikan - Usung Konsep Ramah Lingkungan

NERACA

Bekasi – Pertumbuhan industri pengolahan non-migas secara kumulatif hingga triwulan III tahun 2014 mampu mencapai 5,30% yang di atas pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara Peletakan Batu Pertama Orange County – Irvine & Westwood Suites di Bekasi, dikutip dari keterangan resmi Kementerian, pekan lalu.

Menperin menambahkan bahwa perekonomian nasional pada tahun 2014 yang lalu memang tumbuh relatif lebih lambat dibandingkan periodetahun 2013. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi (PDB) hingga triwulan III tahun 2014 mencapai 5,11% di bawah pertumbuhan ekonomi tahun 2013 yang sebesar 5,78%. “Perlambatan pertumbuhan yang terjadi pada akhir tahun 2014, disebabkan antara lain oleh menurunnya tingkat konsumsi dan investasi serta melemahnya ekspor komoditas primer,” ucap Menperin.

Pembangunan fasilitas property terpadu sebagaimana yang dilakukan PT. Lippo Cikarang Tbk. di kawasan Lippo Cikarang ini dipandang sebagai sebuah langkah strategis dalam pengembangan ekonomi, khususnya di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Kawasan ini memiliki memiliki economic base yang sangat kuat yaitu kawasan industri dan infrastruktur memadai yang tentunya memberikan multiplier effect sebagai kawasan yang mandiri dan terintegrasi.

Kementerian Perindustrian juga mengapresiasi konsep pengembangan Orange County ini yang sangat ramah lingkungan. Dari data yang Kementerian Perindustrian terima, dengan konsep “Globally Connected”, Orange County menyediakan 53% lahan hijau dari total development dengan pengelolaan yang hemat energi serta lingkungan low carbon footprint.

Dengan segala potensi ekonomi dan konsep pengembangan yang dimiliki oleh Lippo Group, khususnya melalui pembangunan fasilitas Orange County, Kementerian Perindustrian mengharapkan dalam proses pembangunan dan pengembangan ke depan, pihak Lippo Group dapat mempertimbangkan optimalisasi penggunaan produk dalam negeri sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Menperin menyampaikan juga, bahwa industri dalam negeri khususnya industri penunjang konstruksi sebagai komponen utama pembangunan, sudah mampu memenuhi spesifikasi kebutuhan dan mampu bersaing dengan produk-produk asing. Kementerian Perindustrian tentu butuh dukungan semua pihak untuk terus mengkampanyekan penggunaan produk dalam negeri di setiap lini kehidupan.

Pada kesempatan sebelumnya, terkait industri sektor konstruksi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meniIai perkembangan industri konstruksi nasional memperlihatkan performa yang cukup membanggakan. Pasalnya, pasar jasa konstruksi dari tahun ke tahun terus berkembang menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Jasa konstruksi juga dinilai sebagai industri yang mampu menampung tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun di balik kemajuan tersebut, daya saing industri konstruksi nasional masih perlu ditingkatkan lebih jauh agar siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlaku pada 2015.

Kadin mencatat, pasar konstruksi nasional sejak 2012 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana pada 2012 mencapai Rp 284 triliun, 2013 mencapai Rp369 triliun, dan di tahun 2014 ini diperkirakan mencapai Rp 407 triliun. Bahkan pertumbuhan konstruksi di Indonesia dari tahun ke tahun melebihi pertumbuhan ekonomi. Sedangkan untuk ketersediaan material dan peralatan konstruksi di Indonesia masih didominasi di Pulau Jawa.

Untuk perkembangan pelaku jasa konstruksi nasional, saat ini kontraktor Indonesia berjumlah 117.042 dan konsultan berjumlah 4.414. Namun sebagaimana yang terjadi sebelumnya, hingga kini Badan Usaha dengan kualifikasi besar masih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan yang kualifikasi kecil maupun sedang. Begitu juga dengan tenaga kerja konstruksi, dimana tenaga ahli berjumlah 10%, tenaga terampil 30%, dan kelompok buruh mencapai 60%.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, kekuatan industri jasa konstruksi terletak pada keunggulan sumber daya manusia, tidak hanya sebagai tenaga kerja atau tenaga ahli, tetapi juga sumber daya manusia yang diperlukan untuk menguasai dan mengembangkan teknologi.

“Badan usaha jasa konstruksi Indonesia cukup besar jumlahnya tetapi sebagian besar adalah usaha skala menengah dan kecil. Jumlah tenaga kerja kita juga cukup banyak, tetapi jumlah tenaga ahlinya masih rendah, kita harapkan daya saingnya perlu ditingkatkan lagi untuk kesiapan kita menghadapi masyarakat ekonomi Asean,” kata Suryo dalam keterangan resminya.

Sesuai dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo serta program-program yang disusun pemerintah, Kadin memperkirakan mulai tahun depan pasar untuk jasa konstruksi akan berkembang dengan cepat. Selain itu, program pengembangan jasa konstruksi maritim perlu menjadi perhatian pelaku nasional. “Kita yakin industri konstruksi Indonesia dalam satu atau dua tahun mendatang akan dapat berdiri sama tinggi dengan pesaingnya di wilayah ASEAN,” ungkap Suryo.

BERITA TERKAIT

DPR: UU Konservasi SDA Harus Seimbangkan Lingkungan-Ekonomi

DPR: UU Konservasi SDA Harus Seimbangkan Lingkungan-Ekonomi NERACA Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono menyatakan, revisi terhadap…

Pertamina EP Sabet Empat Proper Emas - Komitmen Pengelolaan Sosial dan Lingkungan

    NERACA   Jakarta - Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP memperlihatkan komitmen dan pelaksanaan yang tinggi…

Pertamina Olah Kelapa Sawit Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) sejak awal Desember 2018 berhasil mengolah minyak mentah kelapa sawit menjadi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pendidikan Vokasi Industri Wilayah Sulawesi Diluncurkan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan…

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…

Kebutuhan Gula Seiring Kinerja Positif Industri Pengguna

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi…