Balitbang KP Teliti Domestikasi Ikan Tor Soro - Antisipasi Kepunahan

NERACA

Jakarta – Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya (Puslitbang PB) dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat (Diskanlut Jabar) bekerja sama untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi budidaya ikan terutama ikan asli lokal Jawa Barat. Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Puslitbang PB dan Diskanlut Jabar disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Achmad Heryawan pada Kamis pekan lalu di Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum dan Ikan Hias Ciherang, Jawa Barat, sebagaimana dikutip dari keterangan pers instansi tersebut, Rabu (11/2).

Pengembangan dan pelestarian jenis ikan lokal yang menjadi fokus dalam kerja sama ini adalah ikan Tor soro, yang tengah mengalami kepunahan di habitat aslinya. Balitbang KP mengantisipasi kelangkaan ikan Tor soro dengan penelitian domestikasi ikan Tor soro. Penelitian yang berlangsung selama 4 tahun telah membuahkan hasil, Tor Soro atau yang populer juga dsebut ikan Kancra dapat dikembangbiakkan secara alami dan buatan di luar habitat aslinya (ex situ). Keberhasilan domestikasi ikan Tor soro ini tentunya menjadi solusi untuk keberlanjutan dalam penyediaan benih dan pengembangan budidaya secara intensif. Selain di kolam air tenang, budidaya ikan ini dapat juga dilakukan pada kolam air deras.

Beberapa kegiatan yang dilakukan terkait pengembangan budidaya Tor Soro adalah pertama, pada tahun 2014, kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi pembenihan ikan Tor soro dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT) - Bogor di Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum dan Ikan Hias (BP3UIH) - Ciherang. Hasil dari kegiatan ini yaitu berupa transfer teknologi perbenihan dan benih. Benih yang dihasilkan sejak Oktober 2014 telah berukuran 2-3 cm sebanyak 6000 ekor.

Kedua, pada tahun 2015 dilakukan kerja sama pendampingan teknologi dari BPPBAT ke BP3UIH Ciherang untuk kegiatan perbenihan ikan Kancra dan Tagih/Baung (Hemibagrus nemurus). Target produksi benih yang dicanangkan oleh Gubernur Jabar adalah satu juta ekor untuk keperluan restocking yang dijadwalkan pada bulan November 2015 di Waduk Jatigede, Sumedang serta pemanfaatan benih untuk budidaya.

Selain Tor soro, Balitbang KP juga berupaya mengembangkan jenis ikan lokal lainnya yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yaitu ikan gurami Galunggung. Bersama dengan Balai Pengembangan Budidaya Ikan Gurami dan Nilem Singaparna, Balitbang KP melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas genetik ikan gurami Galunggung agar dapat tumbuh lebih cepat dan mempunyai ketahanan penyakit yang lebih tinggi melalui aplikasi vaksin. Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin bivalen produk Balitbang KP yang berguna untuk mengatasi penyakit borok dan TBC pada gurami. Dari hasil uji yang dilakukan, penggunaan vaksin bivalen pada ikan gurami dapat meningkatkan kelangsungan hidup sampai 80-90%.

Pada akhir bulan lalu, Kepala Balitbang KP Achmad Poernomo mengatakan, untuk kali pertama, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sukses melakukan pemijahan ikan tuna sirip kuning (yellow fin) di luar habitat. Keberhasilan dalam pemijahan ikan yang memiliki nama ilmiah Thunnus albacares ini pun menjadi sejarah baru bagi sektor kelautan dan perikanan nasional. Karena Indonesia menjadi negara pertama yang membudidayakan ikan pelagis ini dari mulai tahap pemijahan.

“Ini prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi langkah nyata kita dalam mendukung kebijakan pembangunan perikanan yang berkelanjutan (sustainable fisheries development), sehingga bisa menjamin kelangsungan hidup ikan tuna serta bisnisnya,” jelasnya.

Dari hasil pemijahan ikan tuna di KJA, diperkirakan jumlah telur total yang dihasilkan oleh ikan tuna sebanyak 400-500 ribu butir. Nantinya, baby tuna yang dikembangkan di KJA ini bisa dibudidaya masyarakat. “Pemijahan ikan tuna yang dipelihara di KJA ini merupakan pemijahan ikan tuna yang pertama terjadi di Indonesia, sehingga diharapkan nantinya telur hasil pemijahan ini dapat menghasilkan benih yang dapat diaplikasi oleh masyarakat pembudidaya,” ungkap Achmad.

Lebih lanjut, Achmad menjelaskan, pemijahan ikan tuna sirip kuning ini merupakan buah dari hasil kerja keras dari UPT Balitbang KP yakni Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut (BBPPBL) Gondol, Bali. Keberhasilan dalam pemijahan ini karena tim peneliti terus melakukan pengkajian teknologi baik kontruksi kolam pemijahan, teknik pengelolaan induk dalam pemijahan , pengelolaan pakan dan air.

BERITA TERKAIT

KKP Inginkan Pemerataan Peningkatan Konsumsi Ikan

  NERACA Banjar –  Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata) yang diusung…

KKP Serahkan Bantuan Sarana Budidaya dan Ikan Segar di Jabar

NERACA Ciamis - Dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan masyarakat melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi…

BERPOTENSI PENGARUHI PENDAPATAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) - Antisipasi Penurunan Ekspor Batu Bara dan Karet

Jakarta-Pemerintah perlu mengantisipasi potensi penurunan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebagai dampak tren penurunan ekspor komoditas batu bara dan karet…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

AMMDes Pacu Produktivitas, Siap Rambah Ekspor

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

KKP Permudah Pelayanan Perijinan Pakan dan Obat Ikan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) percepat pelayanan perijinan pakan dan obat ikan. Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan…

INDI 4.0 Untuk Ukur Kesiapan Sektor Manufaktur

NERACA Jakarta – Memasuki satu tahun implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah telah melaksanakan beberapa agenda yang tertuang dalam…