J Resources Gadaikan Saham Anak Usaha - Kantungi Pinjaman US$ 275 Juta

NERACA

Jakarta –Guna mendanai eksplorasi tambang emas, perusahaan tambang PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tengah mencari dana pinjaman dan perseroan telah menjaminkan 51% saham salah anak usahanya yaitu PT J Resources Nusantara kepada PT Bank Permata Tbk untuk pengajuan fasilitas kredit US$ 275 juta.

Direktur PSAB William Surnata mengatakan, perseroan dan PT Bank Permata Tbk pada 6 Februari 2015 telah menandatangani akta gadai saham sebesar 51% di anak usaha,”Sesuai ketentuan dalam perjanjian sindikasi, perseroan wajib memberikan jaminan berupa 51% saham milik PSAB di PT J Resources Nusantara," kata William dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, pada 15 November 2013 PSAB dan anak usahanya telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit sebesar US$ 275 juta. Pinjaman sindikasi tersebut berasal dari beberapa bank, yakni Indonesia Eximbank, Qatar National S.A.Q, PT Bank QNB Bank Kesawan Tbk, PT Bank Permata Tbk dan PT Bank ICBC Indonesia.

Asal tahu saja, PT J Resources Asia Pasifik Tbk membutuhkan dana sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 3,8 triliun untuk mengembangkan tambang emas di Bakan, Sulawesi Utara dan Seruyung, Kalimantan Utara. Perseroan berniat meningkatkan keberlanjutan cadangan emas (reserve sustainability) di dua blok tersebut masing-masing hingga 6-7 tahun dan 10 tahun.

Direktur J Resources Edi Permadi pernah bilang, dana pengembangan blok emas akan berasal dari hasil penerbitan obligasi global. Namun, pihaknya belum bisa memastikan kapan surat utang tersebut diterbitkan,”Kami sudah mendapat persetujuan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) akhir tahun lalu. Meski demikian, kami masih tunggu waktu, karena harga emas masih lemah,”ujarnya.

Hingga akhir tahun lalu, tambang di Seruyung yang dikelola anak usaha perseroan, yaitu PT Sago Prima Pratama, berkontribusi terhadap hasil produksi sekitar 80.000 oz. Sedangkan tambang di Bakan yang dikelola PT J Resources Bolaang Mongondow berkontribusi 70.000 oz.

Per 31 Desember 2014, status total cadangan emas J Resources tercatat sebesar 1,81 juta troy ounce dan sumber daya emas sebesar 5,15 juta troy ounce. Sepanjang tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan cadangan emas sebesar 0,61 juta troy ounce atau naik 51 persen dibandingkan 2013. Sementara itu, kenaikan sumber daya emas tercatat sebesar 1,01 juta troy ounce atau sebesar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Edi mengatakan, kenaikan tersebut sebagai hasil pemboran eksplorasi intensif dari tiga lokasi yakni Bakan, Lanut, dan Seruyung. Pada tahun-tahun berikutnya, perseroan akan terus fokus meningkatkan cadangan.

Lebih jauh, dia mengatakan, produksi emas J Resources pada 2014 mencapai sebesar 223 ribu troy ounce atau melebihi target produksi sebesar 209.000 troy ounce. Produksi ini berasal dari empat lokasi penambangan yakni Bakan, Lanut, Penjom, dan Seruyung.“Kenaikan capaian produksi emas tahun lalu tercatat sebesar 223 persen dibandingkan 2013. Jumlah ini merupakan produksi emas terbesar ketiga di Indonesia,” papar Edi. (bani)

BERITA TERKAIT

Buyback 9,29 Juta Saham - Arwana Realisasikan Dana Rp 3,29 Miliar

NERACA Jakarta – Perusahaan keramik, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) telah membeli kembali 9,29 juta saham lewat aksi korporasi buyback.…

Overburden Capai 55 Juta Ton - Samindo Klaim Produksi Lampaui Target

NERACA Jakarta -PT Samindo Resources Tbk (MYOH) telah merampungkan operasional overburden dan produksi tahun lalu dengan capaian melebihi target. Disebutkan,…

Program B20 Hemat Impor Solar Hingga US$937,84 juta

      NERACA   Jakarta - Kebijakan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) berupa biodiesel sebesar 20 persen (B20) ke…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…