OCBC NISP Tawarkan Kupon Bunga 9,8% - Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

NERACA

Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) telah menerbitkan obligasi berkelanjutan I OCBC NISP tahap II/2015 sebesar Rp3 triliun dengan kupon bunga 9%-9,8%. Hasil dari bookbuilding obligasi ini menerima sambutan yang sangat positif dari para investor dengan tercapainya oversubscribe sebanyak Rp855 miliar.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, penerbitan obligasi ini merupakan tahap kedua dari Penawaran Umum Berkelanjutan Bank OCBC NISP dengan target total dana sebesar Rp6 triliun yang diterbitkan dalam kurun waktu hingga dua tahun,”Obligasi diterbitkan dalam 3 seri, yaitu seri A untuk jangka waktu 370 hari sebesar Rp1,095 triliun dengan bunga 9,0%,”ujarnya.

Sementara seri B untuk jangka waktu 2 tahun sebesar Rp670 miliar dengan bunga 9,4% serta seri C untuk jangka waktu 3 tahun sebesar Rp1,235 triliun dengan bunga 9,8%. Bunga Obligasi akan dibayarkan setiap 3 bulan,”Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung serta kepercayaan yang diberikan," kata di.

Rencananya, dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk pertumbuhan usaha dalam bentuk penyaluran kredit.

Sepanjang tahun 2014, perseroan mencatatkan laba bersih tumbuh 16,57% menjadi Rp1,33 triliun, dibanding raihan sebesar Rp1,14 triliun di 2013. Sementara laba sebelum pajak perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp1,77 triliun, dari posisi laba sebelum pajak di 2013 sebesar Rp1,53 triliun. Laba operasional meningkat jadi Rp1,77 triliun, dari raihan laba operasional di 2013 sebesar Rp1 triliun.

Pendapatan bunga naik menjadi Rp7,91 triliun, dibanding raihan sebelumnya sebesar Rp6,15 triliun di 2013. Pendapatan operasional selain bunga menurun menjadi Rp975,13 miliar, dibanding raihan tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun.

Jumlah beban operasional selain bunga meningkat jadi Rp2,94 triliun, dari raihan jumlah beban operasional di tahun sebelumnya Rp2,59 triliun. Sementara itu, total aset Bank OCBC sepanjang 2014 meningkat 6 persen menjadi Rp103,12 triliun, dari raihan total aset Rp97,52 triliun di 2013. Kenaikan total aset khususnya didorong pertumbuhan kredit (gross) yang meningkat 7% menjadi Rp68,4 triliun, dari raihan sebesar Rp64 triliun di 2013.

Kemudian dalam rangka pengembangan ekspansi bisnis di sektor syariah, perseroan melalui Unit Usaha Syariah (UUS) OCBC NISP terus melakukan pengembangan jaringan guna memudahkan pelayanan kepada nasabah. Disebutkan, salah satu pengembangan jaringan adalah membuka kantor cabang syariah di Palembang, Sumatera Selatan.

Dengan beroperasinya Kantor Cabang Syariah di kota ”Bumi Sriwijaya” ini, maka total Kantor Cabang Syariah Bank OCBC NISP menjadi 8 Kantor Cabang dan 238 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di Wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Makassar.

Direktur Bank OCBC NISP, Andrae Krishnawan mengatakan, Palembang dengan letak kota yang strategis yakni berada di jalur Lintas Sumatera, memiliki potensi yang besar untuk pengembangan bisnis dan karena itulah perseroan hadir untuk mendukung bisnis para nasabah dengan menyediakan produk dan layanan perbankan yang berkualitas, sejalan dengan komitmen UUS OCBC NISP ”Bersama Kami, Syariah Menjadi Mudah dan Menguntungkan,”tandas Andrae. (bani)

BERITA TERKAIT

BI PERTAHANKAN SUKU BUNGA ACUAN

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara (kiri) dan Erwin Rijanto (kanan) usai menyampaikan hasil…

Angkutan Barang Pakai Kereta Bikin Penghematan Rp3,5 Triliun

  NERACA   Jakarta - Penghematan peralihan angkutan barang dari moda jalan raya ke jalur kereta api bisa mencapai Rp3,5…

Kenaikan Gaji PNS Kuras Anggaran Rp2,6 Triliun

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah akan mencairkan anggaran Rp2,66 triliun pada April…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…