Stok Beras Kabupaten Cirebon Masih Aman - Walau Kemarau Panjang

CIREBON - Kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, dikhawatirkan akan berimbas kepada kurangnya pasokan beras. Namun, khusus untuk wilayah Kabupaten Cirebon kekhawatiran tentang kurangnya stok beras akibat kemarau panjang, tidak akan terjadi. Pasalnya, ada jaminan stok beras akan aman hingga awal tahun 2012. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi.

"Saya berani jamin, stok beras akan aman bahkan hingga tahun 2012. Masalahnya, setiap bulan di Wilayah Kabupaten Cirebon selalu ada panen. Jadi kita tidak perlu khawatir kekurangan beras, walaupun hujan sampai akhir tahun ini belum turun juga," aku Ali ketika dihubungi Harian Ekonomi Neraca via telepon selulernya, Rabu (14/9).

Kemarau yang cukup panjang tahun ini, ternyata tidak berpengaruh kepada gagal panen. Tercatat,dari total luas lahan tanaman padi sebanyak 90.000 hektare di Wilayah Kabupaten Cirebon, hanya sekitar 1000 hektare tanaman padi saja yang terkena fuso. Selebihnya, setiap bulan selalu ada yang melakukan panen.

"Jadi kemarau yang cukup panjang pada tahun ini ternyata tidak berdampak pada fuso. walaupun memang ada beberapa tanaman padi yang terkena fuso, tapi tidak berpengaruh besar kepada stok beras yang kita miliki," kata Ali.

Walaupun begitu, Ali mengaku cukup kerepotan juga dengan turunnya debit-debit air pada bendung-bendung rentang yang ada. Pasalnya, dibeberapa wilayah seperti Gunung Jati, Kapetakan dan Losari, pasokan air untuk tanaman padi sangat berkurang. Imbasnya, didaerah ini justru fuso menjadi kendala utama. Antisifasinya, pihak pertanian melakukan pompanisasi untuk menyuplai air kepada sawah-sawah yang ada diwilayah Gunung Jati dan Kapetakan.

"Justru ancaman fuso terbanyak ya di Gunung Jati, Kapetakan dan Losari. Wilayah ini sangat kesulitan pasokan air dari bedung rentang. Pasalnya, debit airnya juga turun drastis. Untuk mengantisifasi kita adakan pompanisasi. Ini berguna untuk mencegah kemungkinan gagal panen yang lebih luas lagi," ungkap Ali.

Ali menambahkan, untuk wilayah penghasil padi seperti Gegesik, Kaliwedi hingga saat ini pasokan gabah dan beras tetap aman. Selain ada percepatan masa panen, juga didukung dengan aliran air yang cukup stabil, karena berdekatan dengan lokasi irigasi. disamping itu, sejak beberapa tahun belakangan ini, wilayah Kaliwedi dan Gegesik tidak pernah terjadi gagal panen.

"Pada dua wilayah, yaitu Gegesik dan Kaliwedi, produksi padinya sangat stabil. Mungkin faktor tekhnis juga karena pasokan air yang masuk ke areal sawah ini sangat stabil karena berdekatan dengan bendung irigasi. Pokoknya, sampai saat ini Kabupaten Cirebon masih memiliki stok beras sebanyak 85 ribu ton. Jadi sangat aman," imbuh Ali.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon, Haki mengatakan, hingga saat ini harga beras yang ada di pasar-pasar tradisional Kabupaten Cirebon, masih stabil. Beras dengan kualitas baik seperti Rojo Lele, Pandan Wangi, serta beras Cianjur harganya masih berkisar sekitar Rp. 7.000/kg nya. Sedangkan beras dengan kualitas Bulog, dijual dengan harga Rp. 5.000 hingga Rp. 5.500/Kg nya.

"Kami sepakat bahwa stok beras untuk Kabupaten Cirebon akan aman hingga awal tahun depan. Kami meminta kepada masyarakat Kabupaten Cirebon supaya jangan panik, karena harga beras pasti tetap stabil, walaupun kemarau diprediksi akan panjang. Masalahnya, stok kita masih aman. Kalau ada kenaikan diluar rasio, kita akan adakan operasi pasar," jelas Haki via sambungan telepon selulernya.

Related posts