Ciputra Properti Siapkan Capex Rp 2,7 Triliun

NERACA

Jakarta – Pengembang properti PT Ciputra Property Tbk (CTRP) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,7 triliun pada 2015. Mayoritas capex akan digunakan untuk pembangunan Ciputra World 2,”Sesuai rencana, capex akan didanai oleh penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar 200 juta dolar Singapura dengan kupon 7%,” ungkap analis KDB Daewoo Securities Indonesia Taye Shim di Jakarta, Kamis (5/2).

Dia mengatakan, Ciputra Property menargetkan pendapatan sebesar Rp 3,3 triliun pada 2015 atau melonjak 120% dibandingkan tahun lalu yang diperkirakan sebesar Rp 1,5 triliun. Adapun target pendapatan akan ditopang oleh tiga proyek perseroan yakni Ciputra World 1 dengan porsi sebesar 50 persen, Ciputra World 2 (21%), dan Ciputra international (13%).

Menurut manajemen Ciputra Property, perseroan berencana mengembangkan tiga menara kondominium, enam menara perkantoran, dan satu hotel dalam kawasan Ciputra International. Sekitar 90% dari menara kondominium pertama telah terjual, sementara menara kedua terjual 20%, dan menara perkantoran sekitar 35 – 40%,”Sementara itu, Ciputra World 2 diharapkan menyumbang pendapatan sebesar Rp 703 miliar. Sebagian proyek di kawasan ini masih dalam proses konstruksi. Khusus 2015, pendapatan Ciputra World 2 akan berasal dari Orchard, Residence, dan Office Strata,” tulis Taye.

Dari Ciputra World 1, perseroan menargetkan kontribusi pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun. Sebagian dari jumlah ini berasal dari penjualan apartemen mewah Ascott Kuningan Jakarta kepada CapitaLand Limited, salah satu pengembang terbesar di Asia. Nilai penjualan mencapai 90 juta dolar Singapura atau setara Rp 840 miliar.

Ascott Kuningan memiliki sebanyak 185 unit apartemen yang merupakan bagian dari kawasan terpadu Ciputra World I. Area seluas 5,5 ha tersebut dilengkapi oleh berbagai fasilitas penunjang seperti Lotte Shopping Avenue, musuem seni Ciputra ArtPreneur Centre, galeri, teater, dan menara Bank DBS.

Sementara itu, induk Ciputra Property yakni PT Ciputra Development Tbk (CTRA) siap mengucurkan dana investasi sebesar Rp 2 – 4 triliun pada 2015. Sesuai rencana, perseroan akan menggarap sebanyak 20 proyek properti baru dalam sepuluh tahun ke depan.

Sekretaris Perusahaan Ciputra Tulus Santoso pernah mengatakan, sebagian besar dari proyek yang ada dalam rencana atau pipeline perseroan merupakan proyek perumahan. Sebagian proyek akan mulai dibangun pada 2015, kemudian dikembangkan secara bertahap. “Dana investasi yang disiapkan untuk tiap proyek berkisar antara Rp 100 – 200 miliar. Jika semua berjalan lancar, pembangunannya bisa diselesaikan dalam jangka waktu 10 – 12 tahun,” kata Tulus, beberapa waktu lalu.

Asal tahu saja, Ciputra Development pada 2015 berencana melakukan pembelian akuisisi lahan seluas 200 hektare. Perseroan menyiapkan investasi senilai Rp450 miliar yang sebagian besar berasal dari kas internal. Disebutkan, dana akuisisi lahan akan masuk dalam anggaran belanja modal atau capital expenditure tahun depan total senilai Rp 1,5 triliun, atau sama dengan yang dialokasikan perseroan di 2014. (bani)

BERITA TERKAIT

UNTR Siapkan Belanja Modal US$ 800 Juta

Danai pengembangan bisnis guna memacu pertumbuhan kinerja keuangan di tahun ini, PT United Tractors Tbk (UNTR) telah mengalokasikan belanja modal…

Rencanakan Buyback Saham - CIMB Niaga Siapkan Dana Rp 25 Miliar

NERACA Jakarta – Agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), selain memutuskan pembagian dividen…

Kantungi Izin Rights Issue - Lippo Karawaci Bidik Penjualan Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui aksi korporasi untuk menerbitkan rights…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…