Menperin Resmikan Pabrik Aki di Purwakarta - Industri Manufaktur

NERACA

Purwakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, investasi di sektor industri otomotif dan komponen serta suku cadang terus mengalami peningkatan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa iklim usaha industri otomotif di Indonesia sudah semakin baik dan mampu bersaing dengan negara produsen kendaraan bermotor lainnya di ASEAN. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara Peresmian Pabrik PT. Furukawa Indomobil Battery Manufacturing di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (5/2).

Dapat disampaikan, pertumbuhan industri pengolahan non-migas secara kumulatif hingga triwulan III tahun 2014 mencapai 5,30%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi (PDB) pada periode yang sama sebesar 5,11%. Bahkan kontribusi sektor industri pengolahan non-migas mencapai 20,65% dari total PDB nasional atau tertinggi dibandingkan sektor-sektor lainnya. Nilai ekspor industri non-migas pada Januari-Oktober 2014 mencapai US$ 98,43 miliar atau memberikan kontribusi sebesar 66,48% dari total ekspor nasional.

Sementara itu, nilai investasi PMDN sektor industri non-migas pada sepanjang tahun 2014 mencapai Rp 59,03 triliun atau meningkat sebesar 15,37% dari tahun 2013 dan memberikan kontribusi sebesar 39,93% dari total investasi PMDN tahun 2014. Sedangkan nilai investasi PMA sektor industri non-migas mencapai USD 13,02 milyar atau menurun sebesar 17,9% dan memberikan kontribusi sebesar 45,63% dari total investasi PMA tahun 2014.

Pada kesempatan tersebut, Menperin memberikan apresiasi kepada Furukawa Battery Co, Ltd Japan dan PT. Central Sole Agency selaku pemegang saham pabrik aki PT. Furukawa Indomobil Battery Manufacturing. “Selain itu, kami juga memberikan apresiasi kepada PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk yang terus mengajak mitra usahanya di luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produk otomotif di ASEAN bahkan di dunia hingga saat ini,” ujarnya.

Pembangunan pabrik PT. Furukawa Indomobil Battery Manufacturing yang akan memproduksi aki untuk mobil maupun motor ini telah mengeluarkan investasi pada tahap awal sebesar Rp 216 Miliar. “Kami nilai investasi tersebut sangat berarti bagi perekonomian Indonesia. Tidak saja karena pabrik ini akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup signifikan, tetapi juga karena pabrik ini akan melibatkan sumber daya lokal termasuk suplier bahan baku dan komponen lokal sehingga sekaligus akan memperkuat struktur industri otomotif nasional,” tegas Menperin.

Disamping itu, pembangunan pabrik ini diharapkan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor aki yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan semakin meningkatnya produksi maupun jumlah kendaraan bermotor roda-4 maupun roda-2 yang beroperasi di Indonesia.

Oleh karena itu, Pemerintah bertekad untuk senantiasa menjaga, meningkatkan dan menyempurnakan iklim usaha yang kondusif agar para investor terus mendapatkan kepastian berusaha yang lebih baik dalam menyusun pengembangan industrinya secara lebih terukur dan terencana di Indonesia. Hal tersebut telah tercermin dari berbagai kebijakan yang telah dilakukan guna meningkatkan iklim ivestasi dan iklim usaha secara keseluruhan seperti tax alowance, tax holiday, BMDTP, serta berbagai kebijakan lain guna menjaga momentum investasi dan meningkatkan daya saing industri.

Sejalan dengan semakin meningkatnya iklim usaha tersebut, industri kendaraan bermotor dalam negeri semakin berkembang dan terus mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Produksi dan penjualan kendaraan bermotor roda-4 pada tahun 2014 sebesar 1,2 juta unit, sedangkan pada bulan Januari 2015 penjualan mobil domestik menunjukan kenaikan 22% mencapai 96.149 unit dibanding pada Desember 2014 sebesar 78.802 unit. Sementara itu, produksi dan penjualan kendaraan bermotor roda-2 (sepeda motor) tahun 2014 mencapai 7,9 juta unit.

Selanjutnya, tahun 2014, ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai 202.273 unit atau meningkat 18% dibanding ekspor CBU tahun 2013 sebesar 170.907 unit. Volume produksi dan penjualan ini akan terus meningkat sesuai dengan peningkatan ekonomi Indonesia. Menperin mengharapkan, dengan dibangunnya pabrik aki PT. Furukawa Indomobil Battery Manufacturing akan semakin memperkuat struktur dan daya saing industri otomotif nasional sehingga mampu berkiprah di pasar dalam negeri maupun manca negara.

“Untuk membangun industri otomotif yang berkelanjutan dan mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan global dewasa ini, maka industri otomotif dituntut harus mampu melakukan prinsip-prinsip manajemen produksi yang ramah lingkungan serta menghasilkan produk yang aman dan nyaman bagi penggunanya,” tegas Menperin.

BERITA TERKAIT

PRS, Solusi Sementara PGN untuk Alirkan Gas Bumi di Jawa Tengah

NERACASemarang - Dengan berdirinya sejumlah kawasan industri baru seperti di Kendal dan Ungaran, menjadi salah satu pertimbangan bagi investor dan…

IKM Komponen Bagian Penting dalam Rantai Pasok Industri Otomotif

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) terus berupaya meningkatkan daya saing IKM…

Menteri Susi Prakarsai Dialog Pemberantasan IUU Fishing

NERACA New York - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kelautan, Peter Thomson,…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

PRS, Solusi Sementara PGN untuk Alirkan Gas Bumi di Jawa Tengah

NERACASemarang - Dengan berdirinya sejumlah kawasan industri baru seperti di Kendal dan Ungaran, menjadi salah satu pertimbangan bagi investor dan…

IKM Komponen Bagian Penting dalam Rantai Pasok Industri Otomotif

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) terus berupaya meningkatkan daya saing IKM…

Menteri Susi Prakarsai Dialog Pemberantasan IUU Fishing

NERACA New York - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kelautan, Peter Thomson,…