Mandom Bukukan Penjualan Rp 2,3 Triliun - Berhasil Lewati Tantangan

NERACA

Jakarta - Sepanjang tahun 2014, perusahaan kosmetik PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) berhasil membukukan target pendapatan sebesar Rp 2,3 triliun atau meningkat 13,8% dari raihan tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (4/2).

Presiden Direktur Mandom Indonesia, Takeshi Hibi mengungkapkan, pertumbuhan tersebut didorong oleh penjualan domestik maupun ekspor yang masing-masing tumbuh double digit. "Penjualan domestik tercatat sebesar Rp 1,6 triliun, atau tumbuh 10,2%," jelasnya.

Dia melanjutkan, penjualan ekspor sepanjang tahun lalu juga tercatat tumbuh 21,8% menjadi sebesar Rp 702 miliar. Sementara itu, laba bersh perseroan pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp 174 miliar, atau tumbuh 8,7% dari tahun sebelumnya.

Saat ini perseroan tengah dalam proses penuntasan pembangunan kantor dan pabrik bru di kawasan Induustri MM2100, Bekasi. Proses relokasi akan dimulai pada kuartal I tahun ini dan diperkirakan akan membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan,”Pembangunan pabrik tersebut diharapkan dapat mendukung target penjualan Mandom tahun depan yang ditargetkan mencapai Rp 3 triliun," kata Takeshi.

Beberapa waktu lalu dikabarkan, Mandom telah menjual tanah dan bangunan di Sunter, Jakarta Utara kepada PT Temas Lestari senilai Rp 500 miliar. Penjualan aset ini sehubungan dengan rencana relokasi kantor pusat dan pabrik mandom ke Cibitung, Bekasi.

Takeshi menjelaskan, saat ini perseroan sedang menyelesaikan pembangunan gedung kantor dan pabrik baru di Cibitung yang diperkirakan digunakan mulai kuartal I-2015. "Saat ini perseroan sudah mempunyai pabrik kemasan plastik dan pusat logistik di kawasan industri di Cibitung," jelas dia.

Dengan perpindahan ini, lanjutnya, Mandom Indonesia dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kegiatan usaha menjadi lebih efisien karena kantor pusat, kedua pabrik, dan pusat logistik akan berada dalam satu lokasi.

Adapun dana Rp 500 miliar yang didapatkan dari penjualan aset ini akan digunakan untuk pembangunan gedung kantor dan pabrik baru serta keperluan operasional lainnya. Takeshi menambahkan, pabrik baru nantinya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 1,6 kali dari kapasitas saat ini.

Kemudian laba perseroan sepanjang tahun 2014, juga tumbuh 8,7%. Dimana kenaikan laba bersih ini sejalan dengan melonjaknya penjualan perseroan. Sekretaris Perusahaan Mandom Indonesia Alia Dewi pernah bilang, laba bersih perseroan tahun lalu sebesar Rp 174 miliar. Adapun, laba bersih produsen kosmetik ini di tahun sebelumnya sekitar Rp 160 miliar.

Alia mengaku, tahun lalu merupakan tahun penuh tantangan bagi bisnis perseroan.Namun, Mandom Indonesia berhasil mencapai target tahunan. (bani)

BERITA TERKAIT

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…

Garap Proyek LRT - ADHI Terima Pembayaran III Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta –Perusahaan kontruksi plat merah, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menerima realisasi pembayaran tahap III pengerjaan proyek Light Rail…

Danai Ekspansi Bisnis - PTPP Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tren perusahaan mencari pendanaan di pasar modal cukup marak pasca pemilihan presiden (Pilpres). Dimana salah satu perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…