Capitol Telat Dari Jadwal Yang Ditentukan - Penyampaian Laporan Keuangan

NERACA

Jakarta – Dibalik aksi korporasi perseroan membeli kapal berjenis Anchor Handling Tug Supply (AHTS), rupanya emiten pelayaran PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) mengakui belum melaporkan keuangan akhir 2014.

Direktur PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk, Jansen Warokka mengatakan, laporan keuangan akan disampaikan ke publik tiga bulan setelah batas akhir pelaporan awal bulan tahun 2015,”Paling lambat tiga bulan dari sekarang dengan menunjuk akuntan publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),”ujarnya di Jakarta, Selasa (03/02).

Dia tidak menjelaskan detail penyebab keterlambatan laporan keuangan baik ke Bursa Efek Indonesia dan OJK. Namun yang pasti, perseroan melakukan pengambilalihan sebuah kapal berjenis Anchor Handling Tug Supply.

Sehubungan dengan rencana itu, maka salah satu persyaratan yang dibutuhkan antaral lain laporan keuangan akuntan publik yang diaudit atas laporan tengah tahunan dan akhir 31 Desember 2014. Perseroan memutuskan untuk menyampaikan laporan keuangan tengah tahunan perseroan paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan, disertai laporan akuntan dalam rangka audit sesuai dengan aturan OJK.

Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar US$24,17 juta atau Rp311,90 miliar, dibandingkan perkiraan pendapatan tahun 2014 sebesar US$17,81 miliar atau Rp229,82 miliar. Kemudian untuk belanja modal, perseroan menganggarkan sebesar US$ 14 juta atau Rp 180,6 miliar (kurs Rp 12.900). Disebutkan, belanja modal tersebut juga untuk mendanai pembelian satu kapalanchor tug handling supply(AHTS) dalam rangka menggarap bisnis lepas pantai yang akan mulai dilakukan perseroan pada ini.Kabarnya, perseroan sudah memesan satu kapal dan melunasi DP sebesar US$ 1,5 juta.

Kata Jansen, kapal tersebut akan didatangkan dari perusahaan Singapura pada kuartal I tahun 2015 mendatang.Sementara itu, untuk pendanaan perseroan akan dikombinasikan dari pinjaman perbankan serta dana internal perseroan. "Dananya 80% dari pinjaman bank. 20% kita akan lihat dari internal atau juga bisa dari pinjaman grup," terangnya.

Diketahui, pada tahun ini perseroan telah menambah sebanyak tiga kapal baru sehingga total kapal yang dimiliki CANI menjadi sebanyak 63 unit kapal dan dua unitcrane crawler. Pada tahun ini kontribusi terbesar pendapatan perseroan dihasilkan dari jasa penyewaaan kapaltime charteryang mengontribusikan sebesar US$ 16,78 juta atau 94,2% dari total keseluruhan pendapatan CANI.

Kemudian bicara kedisiplinan emiten menyampaikan laporan keuangan, pihak BEI telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah emiten, mulai dari peringatan hingga denda. Berdasarkan laporan Divisi Penilaian Perusahaan BEI, ada delapan emiten yang mendapat sanksi terkait mangkir dalam menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2014. Delapan perusahaan tercatat itu dalah PT Davomas Abadi Tbk (DAVO), PT Leo Investments Tbk (ITTG), PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).

Lalu, ada dua emiten milik Grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Selain itu, ada PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT Buana Listya Tama Tbk (BULL), dan PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT). (bani)

BERITA TERKAIT

Beragam Solusi Keuangan di GIIAS - Astra Berikan Nilai Tambah dari Sekedar Jual Mobil

Lesunya bisnis pasar otomotif dalam negeri tidak mengurangi minat masyarakat Indonesia untuk hadir di pameran tahunan GAIKINDO Indonesia International Auto…

Aplikasi Mobile InvestASIK - DIM Bidik Investor Potensial dari Milenial

NERACA Jakarta – Mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam percepatan literasi keuangan di kalangan anak muda, khususnya industri pasar…

Awasi Sektor Keuangan, KPK Bentuk Tim Forensik

  NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membentuk tim akuntansi forensik untuk mengawasi aliran dana pada sektor keuangan,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…