Upaya Membangun Pariwisata Indonesia - Pemberian Bebas Visa Kepada 5 Negara

Pariwisata Indonesia yang sangat membanggakan dan sangat dikenal dunia memang tetap membutuhkan dukungan yang baik dari pemerintah. Namun bukan menjadi hal yang cukup mudah dalam membangun pariwisata Indonesia, hasilnya pun tidak dapat langsung terlihat hasilnya, apalagi dalam hitungan waktu yang cukup singkat. Hal tersebut diutarakan Menpar Arief Yahya saat menjadi pembicara dalam seminar Economic Outlook 2015 dengan tema "Global Vs Local, Peranan Kadin dalam Masyarakat Ekonomi Asean", di Kantor Wilayah Bank Indonesia Bali, Denpasar.

Meski demikian, Pemerintah melalui Kempar telah melakukan langkah strategi awal yang utama dengan upaya pemberian bebas visa kepada 5 negara. Salah satu negara yang menjadi prioritas adalah Tiongkok dimana setiap tahunnya 100 juta warganya berwisata ke berbagai negara. Upaya pemberian bebas visa untuk turis Tiongkok merupakan langkah yang tidak mudah karena menyentuh wilayah kehakiman dan keamanan.

Dengan begitu, diharapkan para wisatawan asal Tiongkok akan langsung berdatangan, selain itu diharapka pula para travel biro akan mudah dalamm enjual paket wisata. Pembebasan visa bisa membuat wisatawan lebih tertarik liburan ke sebuah negara karena bisa memudahkan mereka dibandingkan Visa On Arrival. Visa free sendiri diperkirakan bisa meningkatkan 15% dari kunjungan wisatawan.

Selain itu, Kemenpar juga bekerja sama dengan Garuda Indonesia melakukan pembukaan rute penerbangan langsung Denpasar-Beijing. Garuda membuka penerbangan reguler nonstop Beijing-Denpasar pergi-pulang (pp) dan telah beroperasi sejak 12 Januari 2015 untuk Denpasar-Beijing dan 13 Januari 2015 untuk Beijing-Denpasar. Rute Denpasar ke Beijing itu merupakan penerbangan direct atau tidak melakukan transit.

Melengkapi penerbangan reguler nonstop, Garuda juga akan membuka layanan sewa untuk penerbangan ke Bali dan Manado dari sejumlah kota di China, semisal, Chengdu, Chongqin, Ningbo dan Kunming. Layanan sewa itu bakal dibuka pada liburan Tahun Baru China 2015, menggunakan Boeing 747-400. Garuda Indonesia akan memaksimalkan sumber daya dari penyesuaian tersebut untuk menfokuskan pengembangan rute di sejumlah kota di Tiongkok yaitu Chengdu, Chong Qin, Ningbo, Kunming, Jinan, Harbin, Shenyang dengan mengembangkan penerbangan carter serta membuka rute Chengzhou ke Danpasar dan Manado pada bulan Februari dan Juli 2015.

Saat ini sendiri program prioritas Kemenpar terdiri dari 4 aspek meliputi: destinasi, pemasaran, industri pariwisata, serta aspek kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari keempat aspek tersebut, yang menjadi program prioritas adalah pemasaran karena hal ini mengarah pada peningkatan wisman maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Strategi pemasaran akan difokuskan pada branding dan promosi. Coutry branding adalah “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, kemudian diikutidestination brandingsertathematic brandingagar digunakan konsisten dan berkelanjutan baik melalui media online maupun offline.

Menpar Arief Yahya menyampaikan bahwa meski di dalam negeri belum terlalu terasa namun branding Wonderful Indonesia sudah dikenal di luar negeri. Bahkan, banyak anggota UNWTO yang sudah mengenal brand Wonderful Indonesia. Begitupun di Tiongkok, di sana, iklan-iklan Wonderful Indonesia sudah diputar di TV lokal. Juga, iklan paket wisata Imlek sudah gencar dijalankan.

Promosi yang dilakukan melalui jalur digital atau online antara lain mobile apps, digital campaign, interactive campaign, virtual marketing (Facebook, Twitter, Youtube, blog, etc), sedangkan promosi secara offline antara lain dengan memasangadvertisementdi majalah tematik danlifestyle, jugamediaplacementdi titik-titik strategis.

Promosi lainnya adalah mengikuti consumer shows (B2C), consumer promotions, melakukansales missions, road show, famtripsdengantour operatordantravel agent, hingga mengundang penulis pariwisata dari negara-negara yang menjadi sumber wisman.

Salah satu kegiatandirect sellingyang akan strategis adalahBali and Beyond Travel Fairpada pertengahan 2015. Event tersebut berupa penyatuanbuyerdanselleryang lebih ekonomis karena fokus dibanding ikut travel fair internasional. Ini juga demi menguatkan titik pariwisata terlemah yaitu marketing. Untuk mengoptimalkannya saat ini alokasi anggaran marketing dibagi menjadi 3.50% untukbranding, 30% untukadvertisingdan 20% untukselling.

BERITA TERKAIT

Upaya Mendukung Penguatan Desa Adat di Bali

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan 1.000 persen mendukung dan siap membahas lebih lanjut inisiatif untuk memberikan alokasi anggaran bagi…

Pariwisata, Pencetak Devisa Cepat

Selain Tanjung Kelayang, pemerintah akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kawasan yang…

Ajang MotoGP: Manfaat Bagi Pariwisata Dan Olahraga

Presiden Jokowi menyebut ajang balap motor bergengsi MotoGP akan membawa dua kemanfaatan bagi Indonesia dari sisi olahraga dan pariwisata. "Kita…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ekowisata Kalimantan, Cara Pelesir Asyik di Paru-paru Dunia

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2014-2015 setidaknya 0,82 juta hektare (Ha) hutan Indonesia hilang pertahunnya akibat…

Natuna Resmi Berstatus Geopark Nasional

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut baik penetapan kawasan Geopark Nasional di Kabupaten Natuna. Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Arif…

Menyusuri Alam Tambrauw Papua Barat

Sebagai sebuah provinsi Papua Barat terbilang muda, namun bentang dan guratan alam di sini sudah sama tuanya dengan daerah-daerah eksotis…