IIMS 2015 Siap Digelar Bulan Agustus Mendatang

Pihak penyelenggara pameranIIMS 2015, Dyandra Promosindo, memastikan pameran yang menjadi barometer industri otomotifIndonesia iniakan kembali hadirmenyapa para pecinta otomotif Tanah Air pada tanggal 20-30 Agustus 2015.

NERACA

“Berbeda dengan sebelumnya dimana IIMS diselenggarakan bulan September, tahun ini IIMS akan digelar bulan Agustus untuk mengikuti jadwal puasa dan lebaran 1436 Hijriah yang juga semakin maju,” jelas Hendra Noor Saleh, Direktur PT Dyandra Promosindo.

IMS akan kembali menggunakan area Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, sebagai tempat pameran. Lokasi ini sudah dikenal oleh masyarakat dan dapat dijangkau dengan mudah dari berbagai lokasi di Jakarta dan sekitarnya. Lokasi ini juga sudah familiar bagi para pengunjung pameran serta transaksi bisnis. IIMS tahun 2014 lalu,tercatat hampir 20.000 unit mobil terjual.

“Dyandra Promosindo telah menjadi bagian dalam penyelenggaraan pameran ini sejak tahun 2000. Perjalanan panjang selama 16 tahun menyelenggarakan IIMS menjadikan Dyandra Promosindo memiliki tanggung jawab kepada masyarakat untuk terus menyelenggarakan pameran yang namanya telah dikenal oleh masyarakat dalam dan luar negeri sebagai barometer industri otomotif di Indonesia,” terangErnst K. Remboen, Presiden DirekturPTDyandra Promosindo.

Hendrajuga menambahkan bahwa IIMS 2015 akan menghadirkan inovasi baru dalam sejarah penyelenggaraan IIMS, melalui berbagai pameran kendaraan hingga kegiatan pendukung yang lebih atraktif dan informatif. Salah satunya melaluikerjasama dengan beberapa pihak dari luar negeri seperti Grand Prix International (GPI) Thailand yang merupakan penyelenggara pameran Bangkok International Motor Show (BIMS),serta beberapa pihak laindi Asia, Eropa, Australia, dan Amerika.

“Melalui kerjasama ini kami ingin menghadirkannuansainternasional pada pameran IIMS tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.Kami menitikberatkan IIMS bukan sekadar ajang bisnis, namun juga sebagai sarana edukasi, hiburan, serta membuka jalan investasi ke dalam negeri.Hal ini kami harapkan akan menjadi nilai tambah baru yang bisa membangkitkan animo masyarakat.Kami selaku penyelenggara berharap hal ini bisa terus kami jaga dan tingkatkan sebagai bagian dari upaya kamidalammengembangkan industri otomotif Indonesia,” ungkapHendra.

Hendra Noor Saleh menambahkan,IIMS 2015 juga akan tetap dimeriahkan oleh berbagai merek mobil dari Agen Pemegang Merek (APM) serta industri pendukung. Selain itu, dukungan publisitas dari berbagai media di dalam negeri dan luar negeri, termasuk dukungan dari beberapa grup media di Indonesia, diharapkan mampu menjadikan IIMS sebagai pameran kecintaan masyarakat Indonesia.

Tahun lalu,IIMSdikunjungi oleh 380.000 pengunjung dan diliput oleh sekitar 1.000 jurnalis dari 250 media nasional maupun internasional. IIMS 2014 menggunakan lahan seluas 83.137 m2, naik dari tahun sebelumnya yang menempati lahan seluas 75.101 m2. Peningkatan luas lahan dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan lahan pameran APM dan industri pendukung serta beragam acara pendukung lainnya.

“Untuk IIMS 2015, kami harus menghitung lebih cermat soal kapasitas lahan karena adanya tambahan acara pendukung. Salah satunya adalah rencana memboyong atraksi Monster Jam di ajang Otobursa versi premium,” tutup Hendra.

Optimisme Industri Otomotif di 2015

Sampaiakhir tahun 2014, penjualan mobil di tanah air tercatat mengalami pelambatan. Hal ini ditambah dengan perubahan harga bahan bakar belakangan ini yang secara langsung atau tidakturutmempengaruhi kinerja industri otomotif tanah air.

Penjualan mobil di tahun 2015 juga diprediksitidak akan mengalami peningkatan yang cukup besar dibanding tahun sebelumnya, bahkan relatif stagnan. Di tengah kondisi seperti ini, industri otomotif memiliki tantangan untuk menjaga optimisme pelaku industri untuk terus menghadirkan produk dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Optimisme ini perlu dijaga apabila Indonesia ingin mewujudkan target menjadi industri otomotif terbesar di Asia Tenggara, atau bahkan Asia sekalipun. Optimisme ini didukung oleh Bank Indonesiayang memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2015 bisa mencapai 5,8 persen.

Hal ini sejalan dengan prediksi Asian Development Bank (ADB) yang dalam laman resminya menyatakan bahwa GDP Indonesia pada tahun 2015 bisa tumbuh menjadi 5,8 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 5,3 persen. Pertumbuhan ekonomi secara nasional tentunya akan mempengaruhi berbagai industri di tanah air, termasuk industri otomotif.

Prediksi BI dan ADB bisa menjadi pendorong industri otomotif untuk terus meningkatkan kinerja. Untuk itu, diperlukan sebuah sarana yang bisa memberikan gambaran mengenai teknologi, inovasi dan pencapaian industri otomotif Indonesia baik kepada publik domestik maupun publik luar negeri. Salah satu medium yang menjadi tempat bagi para pelaku industri dan publik mendapatkan berbagai informasi terbaru mengenai industri otomotif di tanah air adalahpameran berskala internasional,Indonesia International Motor Show (IIMS).

BERITA TERKAIT

Setujui Restrukturisasi Utang - Bank Mandiri Siap Selamatkan Kratau Steel

NERACA Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) siap melakukan restrukturisasi atas utang PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Hal…

BPBD Kota Sukabumi Terus Siap Siaga Bencana - Saat ini Sedang Terjadi Anomali Cuaca

BPBD Kota Sukabumi Terus Siap Siaga Bencana Saat ini Sedang Terjadi Anomali Cuaca NERACA Sukabumi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah…

Miris, Empat Bulan BPSK Jawa Barat Belum Terima Honor

Miris, Empat Bulan BPSK Jawa Barat Belum Terima Honor NERACA Sukabumi – Miris, selama empat bulan terakhir ini, anggota Badan…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Ford Hentikan Produksi Varian C-MAX untuk Efisiensi

Ford memutuskan untuk menghentikan produksi hatchback C-Max dan minivan C-Max Mav di Jerman sebagai bagian dari efisiensi dan pengurangan biaya…

Nissan Tuntas Jual Divisi Baterai Kendaraan Listrik

Nissan Motor Co, Ltd tuntas menjual anak usahanya yang selama ini memproduksi baterai kendaraan listrik, dan transaksinya diselesaikan belum lama…

DFSK Glory 560 Dijual dengan Harga Mulai Rp210 Juta

Manufaktur otomotif China Dongfeng Sokon (DFSK) mengumumkan produk terbaru DFSK Glory 560 akan dijual mulai Rp210 juta hingga Rp270 juta.…