Target Produksi Adaro Tumbuh Tipis

NERACA

Jakarta – Keyakinan harga komoditas dunia bakal naik, memicu PT Adaro Energy Tbk (ADRO) untuk mengejar produksi batu bara lebibh besar lagi. Tahun ini, perseroan menargetkan volume produksi batubara sebanyak 56-58 juta ton, meningkat tips dibandingkan realisasi 2014 sebesar 56,21 juta ton.

GM Head of Corporate Secretary and Investor Relations Division Adaro, Cameron Tough dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, tahun ini perseroan akan fokus menekan biaya, mempertahankan keandalan pasokan kepada pelanggan dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas dalam setiap rantai pasokan batu bara.

Dia menambahkan, meski pada 2014 harga batubara terus melemah, Adaro tetap menghasilkan kinerja yang relatif baik dan tetap berada di posisi yang tepat untuk menciptakan nilai maksimal yang berkelanjutan dari batubara Indonesia,”Tahun lalu, produksi batubara kami meningkat sebesar 8% menjadi 56,21 juta ton yang dihasilkan oleh dua anak perusahaan Adaro, PT Adaro Indonesia (AI) dan Balangan Coal melalui PT Semesta Centramas (SCM),”ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, tahun lalu Adaro juga menyelesaikan dengan catatan produksi kuartalan sebesar 14,45 juta ton, atau naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut di dukung oleh kinerja kontraktor yang baik dan kondisi cuaca yang normal.

Kata Cameron, pada kuartal IV 2014 perseroan menjual 14,65 Mt batubara, sehingga penjualan tahunan mencapai 57,02 Mt dimana batubara Adaro terus diminati berbagai pelanggan, khususnya dari Indonesia dan India,”Adaro terus menjadi pemasok utama bagi pasar domestik Indonesia dan tetap berkomitmen untuk mendukung pemenuhan permintaan batubara yang terus meningkat di Indonesia," ujarnya.

Di India, dia mengemukakan bahwa penggunaan yang tinggi dari pembangkit listrik bertenaga batubara, dan juga gangguan pada pasokan domestik, menghasilkan kenaikan impor sebesar 20 juta ton pada kuartal IV 2014,”Impor batubara di India diharapkan terus berkembang di 2015, sementara permintaan batubara lokal di masa depan akan terjamin mengingat rencana pemerintah untuk membangun pembangkit listrik bertenaga batubara yang baru," katanya.

Sebelumnya, PT Adaro Energy Tbk juga memberikan dividen tunai dalam mata uang rupiah sebesar Rp375,19 miliar. Dijelaskan, berdasarkan surat No AE/138/XII-14/MP/aps tertanggal 4 Desember 2014 perihal dividen tunai interim tahun buku 2014, kurs konversi pembagian dividen tunai mengacu pada kurs 2 Januari 2015.

Mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia tanggal 2 Januari 2015 adalah sebesar Rp12.474/USD. Maka dengan demikian, jumlah keseluruhan dividen tunai yang akan dibagikan perseroan dalam mata uang rupiah sebesar Rp375,19 miliar. Dividen tersebut akan dibagikan untuk 31,95 miliar lembar saham atau setara Rp11,75 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

ESDM Cari Cara Kejar Target PNBP Migas

      NERACA   Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa faktor harga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Targetkan 7000 Investor Baru di Solo

NERACA Solo - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta, Jawa Tengah menargetkan sebanyak 7.000 investor baru hingga akhir 2019 baik…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…