Danareksa Belum Kantungi Order IPO BUMN - Tidak Pasang Target Agresif

NERACA

Jakarta – Tahun ini dipastikan belum ada Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO). Pasalnya, BUMN sudah mendapatkan suntikan dana dari pemerintah atau penyertaan modal negara (PMN).

Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Marciano H Herman mengatakan, tahun ini kemungkinan belum dipikirkan dan direncanakan adanya IPO. Hal ini, sejalan dengan keinginan Menteri BUMN Rini Soemarno,”Bu Rini kan sudah bilang konsentrasi kepada permodalan untuk ketahanan dari Nawacita konsepnya Pak Jokowi,"ujarnya di Jakarta, Kamis (29/1).

Marciano menjelaskan, Danareksa akan lebih memfokuskan kepada perusahaan yang ingin melakukan right issue. Dengan demikian, maka proyek infrastruktur, ketahanan pangan, kemaritiman dapat dijalankan sesuai rencana pemerintah,”Enggak semua bakal lakukan right issue pada semester I, karena tahun ini kan timingnya harus perfect dan kita tidak bisa lihat. Kalau dijual sekarang,lalu ternyata besok-besok tiba-tiba ada tekanan, maka kita takut kelabakan nanti," imbuhnya.

Terlebih, perusahaan yang ingin melakukan right issue tentu memiliki persiapan terlebih dahulu. Oleh karena itu, dia menilai market yang ada harus diperhatikan sebelum masuk. "Kalau sejauh ini belum kelihatan kan, karena ini masih dampak kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri," pungkasnya.

Kata Marciano, saat ini ada beberapa BUMN yang sudah menyiapkan rencana untuk menerbitkan surat utang atau obligasi. Maka lihat rencana maraknya BUMN yang bakal merilis obligasi, pihanya tidak akan melewat peluang tersebut dan masih menunggu order atau permintaan dari BUMN yang butuh penjaminan emisi untuk melakukan penerbitan obligasi yang umumnya banyak digunakan untuk refinancing,”Sejauh ini belum ada, tapi biasanya mereka tiap tahun dan kita menunggu saja. Kalau mereka memang mau, ya kita akan bantu,”tandasnya.

Lebih lanjut Marciano menjelaskan, sebagai sekuritas BUMN Danareksa tidak akan menuntut kepada Pemerintah terkait rencana BUMN untuk menerbitkan obligasi. Sehingga, dia tidak menargetkan penerbitan obligasi terutama dari sisi BUMN,”Ini kan yang negara, maka harus lebih membantu negara. Tetapi dengan kapasitas itu, kita membantu swasta juga. Biasanya kita bantu yang BUMN juga pegadaian, serta PLN. Kalau mereka butuh pendanaan kita bantu dan itu tergantung kebutuhan mereka,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

ICDX Berambisi Masuk 10 Besar Bursa di Dunia - Agresif Luncurkan Kontrak Baru

NERACA Jakarta – Seiring dengan pulihnya harga komoditas dunia, mendorong Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menargetkan transaksi lebih besar…

Bank Mandiri Kantungi Laba Rp 12,2 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih Rp 12,2 triliun. Angka ini…

Tak Ikut Danai Akuisisi Saham Freeport, Kemana Peran Bank BUMN?

Oleh: Rezkiana Nisaputra Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) sudah memastikan, bahwa empat bank pelat merah tidak akan ikut membiayai proses…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…