Mengenal Kualitas Sebuah Produk

Produk fesyen seperti jaket, celana, sepatu dan lain sebagainya pada kenyataannya sangat menunjang penampilan seseorang, baik pria maupun wanita. Tak heran jika mereka terus berlomba-lomba menggunakan produk-produk dengan model terbaik dan kualitas terbaik pula.

Ya, tentu saja itu bukanlah masalah bagi kalangan berduit, karena mereka mampu membeli semua produk tersebut dengan harga berapa pun. Tetapi bagaimana dengan kalangan mengengah ke bawah. Apakah kesempatan mereka mengauap begitu saja lantaran mahalnya harga produk berkualitas.

Rasanya kini tidak lagi seperti itu. Karena saat ini begitu banyak produk branded yang dapat kita jumpai di pasaran dengan berbagai tipe dan kualitas. Meski tetap saja, istilah uang mengenal barang berlaku.

Ya, dari sederet produk yang ada di pasaran memang berbeda-beda kualitasnya. Mau tahu bagaiman level kualitas produk? Berikut penjelasn singkatnya.

Pertama adalah produk riject, yang dimaksud produk riject adalah produk dari sebuah produsen resmi. Tetapi, tidak lulus dari quality control perusahaan (pengecekan kualitas) sehingga produk tersebut ditolak oleh pemegang merek, karena tidak sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan oleh pemegang merek .

Kedu adalah produk replika, jenis produk yang satu ini merupakan produk yang modelnya sangat menyerupai asli, boleh dikatakan bisa 90%-99 kesamaannya. Baik dari segi kualitas bahan, warna, jahitan dan model serta detail rancangannya. Nah karena bukan dari produsen resmi maka harganya di bawah rata-rata produk original.

Ketiga adalah produk dengan kualitas KW Super. Ini bisa diartikan dengan kata-kata yang merangkainya, yakni KW kualitas dan super berarti hebat. Artinya, produk jenis ini memiliki kualitas baik hampir menyerupai aslinya. Tetapi soal bahannya tak sama dengan yang aslinya.

Keempata ada produk dengan kualiatas KW1 dan KW2, produk ini memiliki kualitas mendekati dengan kualitas barang-barang KW Super. Tetapi tentu saja, kualitas KW2 berada di bawah KW 1 yang lebih bagus.

Terakhir adalah KW3, nah kalau yang ini, perbedaan kualitasnya cukup mencolok di mana bahan yang digunakan kurang bagus, kualitas pengerjaan pun asal-asalan, hanya modelnya saja menyerupai produk yang bagus. Karena yang dicari dari produk berkualitas ini adalah kesamaan model bukan kesamaan kualitas.

Tentu saja ini akan menjadi lahan bisnis yang sangat menjanjikan dengan berkaca pada kondisi di atas. Yakni kondisi di mana masyarakat dihadapkan dengan beragam pilihan kualitas produk. Anda tinggal tentuan di level masyarakat seperti apa Anda bermain, lalu sesuaikan kualiatas produk dengan kemampuan daya beli masyarakatnya.

Related posts