MAMI Rilis Produk Reksa Dana Mansatu - Perbesar Investasi di Saham

NERACA

Jakarta – Sepekan pasca pergelaran pekan reksa dana yang digelar secara rutin Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), minat masyarakat berinvestasi reksa dana cukup tinggi. Maka melihat potensi pasar tersebut, tidak mau dilewatkan begitu saja oeh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Maka untuk menjaring nasabah lebih luas lagi, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menerbitkan produk reksa dana baru dengan nama Manulife Saham Strategi Unggulan (Mansatu). Nantinya produk baru perseroan akan didistribusikan Citibank N.A Indonesia melalui 20 cabangnya di enam kota di Indonesia.

Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen Indonesia, Legowo Kusumonegoro mengatakan, penerbitan produk reksa dana tersebut merupakan proses awal kerja sama Manulife dengan Citibank. "Mansatu merupakan produk investasi jangka panjang yang diinvestasikan dalam bentuk saham," jelas Legowo di Jakarta, Rabu (28/1).

Dia melanjutkan, komposisi portofolio produk tersebut adalah 80-100% pada efek saham, 0-20% dalam bentuk efek pendapatan tetap, dan 0-20% efek pasar uang. Reksa dana tersebut juga memiliki fleksibilitas dalam berinvestasi, baik pada saham besar maupun saham dengan kapitalisasi kecil.

Sementara itu, untuk mendistribusikan produk baru perseroan, Manulife menggandeng Citibank sebagai distributor produk. Country Business Manager, Global Consumer Banking Citi Indonesia Lauren Sulistiawati mengatakan, dengan kerja sama tersebit Citibank dapat memberikan fleksibilitas dan kesempatan diversifikasi yang luas bagi nasabah,”Kerja sama ini semakin memperkuat layanan wealth advisory yang merupakan bagian dari layanan citigold kami,"ujarnya.

Asal tahu saja, saat ini jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa lebih tidak sebanding dengan jumlah nasabah reksa dana yang masih sangat terbatas. Sampai akhir tahun 2014, jumlah nasabah reksa dana baru sekitar 250 ribu nasabah. Maka guna menggenjot nasabah reksa dana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama APRDI tiap tahunnya menggelar pekan reksa dana.

Selain itu, pihak OJK juga terus melakukan sejumlah terobosan guna memudahkan akses nasabah ke reksa dana. Sebagai contoh, pada tahun 2014 OJK telah mengeluarkan Peraturan yang memungkinkan penjualan reksa dana dilakukan bukan saja oleh Bank umum, tetapi juga perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang pos dan giro, perusahaan pegadaian, perusahaan perasuransian, perusahaan pembiayaan, dana pensiun, dan perusahaan penjaminan.

Disamping itu, Ketua APRDI, Denny R Taher pernah bilang, pihaknya membidik pengelolaan dana investasi sebanyak Rp1.000 triliun dan menargetkan jumlah investor mencapai 5 juta pada tahun 2017 mendatang,”Kami sudah membuat rancangan industri pengelolaan investasi. Target kami 5 juta investor dan dana kelolaan Rp1.000 triliun pada 2017," ungkapnya. (bani)

Related posts