Multistrada Tunda Proyek di Mesir - Buntut Harga Bahan Baku Turun

NERACA

Jakarta –Kondisi pasar ban di dunia yang mengalami penurunan harga bahan baku, menjadi alasan bagi produsen ban PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) untuk menunda proyek di Mesir dan Kazakhstan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (21/1).

Direktur Multistrada, Y. Ade Bunian Moniaga mengatakan, penurunan harga komoditas dan bahan baku tentu berdampak pula pada penurunan harga jual. Hal itu, terlihat dari hasil penjualan sampai dengan September 2014 yang mengalami penurunan sekira 10% dibanding periode yang sama tahun lalu,”Penjualan tersebut merupakan kontribusi dari penjualan di area Timur Tengah sekitar 19% dan sisanya tersebar ke berbagai area di Asia, Eropa, Amerika dan Afrika, " ungkap Ade.

Ade membenarkan, jika salah satu risiko yang dihadapi perusahaan saat ini terkait bahan baku. Dikarenakan bahan baku merupakan biaya terbesar pada biaya produksi yang telah dipaparkan dalam Buku Tahunan 2013. Salah satu strategi internal yakni dengan terus melakukan efisiensi di segala bidang yang juga dicantumkan dalam Buku Tahunan 2013.

Pihak perseroan juga mengatakan, hingga saat ini belum menyelesaikan pembahasan mengenai alokasi belanja modal tahun 2015. Asal tahu saja, tahun 2015 perseroan mengincar angka penjualan ban mobil atau jenis passanger car radial (PCR) sebanyak 10 juta unit. Nilai ini meningkat 19,04% ketimbang proyeksi penjualan PCR pada tahun 2014 yang dipatok di angka 8,4 juta unit.

Disebutkan, membaiknya kondisi makro ekonomi dunia menjadi salah satu pemicu geliat kinerja perseroan di tahun 2015. Hal yang sama juga diharapkan pada penjualan ban sepeda motor di tahun 2015. Perseroan mengincar angka penjualan ban motor 7 juta unit, bandingkan dengan target penjualan ban motor pada tahun 2014 yang hanya 4 juta unit.

Presiden Direktur Multistrada Arah Sarana, Pieter Tanuri pernah bilang, untuk mencapainya perseroan akan meningkatkan utilisasi dari mesin mesin produksi miliknya. Hal tersebut sudah dimulai sejak tahun lalu. Sebagai catatan, saat ini, kapasitas produksi terpasang milik perseroan mencapai 10 juta unit untuk jenis PCR. Bertambahnya populasi mobil di Indonesia dan tingginya permintaan ban dari luar negeri menjadi salah satu pemicu meningkatnya target perseroan.

Rencananya, di tahun 2015 mayoritas belanja modal akan digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi. Disebutkan, hingga saat ini tingkat utilisasi produksi perseroan sudah mencapai 80 hingga 85%, meningkat 10% dibanding tahun 2013 yang sebesar 75%. Pasar Ekspor Terkait dengan distribusi penjualan, dia mengaku bahwa sebagian besar atau sekitar 80% dari target penjualan ban untuk ekspor ke Eropa, Amerika Serikat (AS), maupun negara-negara Asia, sedangkan sisanya akan dijual di dalam negeri guna memenuhi kebutuhan domestik.

Tahun 2015, Multistrada akan meningkatkan penjualan di tingkat domestik. Hal ini terlihar dari proyeksi pangsa pasar perseroan yang diharapkan dapat mencapai 15%. Tercatat pada tahun 2014, pangsa pasar Multistrada masih berada di angka 13%. “Kami targetkan dua hingga tiga tahun lagi, pangsa pasar Multistrada di domestik akan bertambah menjadi 15% dari saat ini baru sebesar 13%,” tuturnya. (bani)

Related posts