Panorama Agresif Genjot Bisnis Pariwisata - Akuisisi Hotel Bintang Tiga

NERACA

Jakarta – Target pemerintah mematok 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini, menjadi tantangan besar untuk memenuhinya. Namun disatu sisi kondisi ini akan menjadi peluang bagi industri pariwisata dalam negeri dan turunannya untuk meraup potensi pasar yang menjanjikan tersebut, karena kebijakan pemerintah yang membebaskan visa bagi wisman dari Australia, Jepang, China, Korea dan Rusia bakal memicu wisatan asing datang ke Indonesia.

Maka memanfaatkan momentum tersebut, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) akan terus menggenjot pendapatan dari sektor pariwisata. Bahkan perusahaan penyedia jasa pariwisata ini, berencana mengakuisisi hotel bintang tiga tahun ini. Perseroan menyiapkan dana sebesar US$ 15 juta atau sekitar Rp 188 miliar dari belanja modal (capital expenditure/capex) 2015 yang mencapai Rp 400 miliar.

Presiden Direktur Panorama Sentrawisata, Budi Tirtawisata mengatakan, perseroan masih mencari hotel yang tepat untuk diakuisisi. Jika harga sesuai, aksi korporasi itu akan direalisasikan tahun ini,”Tetapi kami tidak akan memaksakan apabila belum ada hotel yang sesuai," kata Budi di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, tahun ini, Panorama akan menggunakan capex yang sebesar Rp 400 miliar untuk mengembangkan lima lini bisnis. Lima lini tersebut adalah inbound (destination management), travel and leisure (outbound and domestic traveling), transportasi, serta media dan hospitality.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Panorama Sentrawisata Daniel Martinus mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan usaha tahun ini sekitar 15-25%. Menurut dia, karakteristik pasar Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, yaitu munculnya generasi baru yang sering disebut sebagai 'Generasi Milenial' (usia 18-32 tahun). Generasi tersebut cenderung melakukan aktivitas berbasis internet,”Membaca hal ini, perseroan menggali potensi pasar jauh ke depan, yaitu pasar e-commerce khususnya bagi pilar travel and leisure. Selain itu, dari pilar transportasi, kami juga akan mengembangkan usaha dengan penambahan unit armada taksi,” jelas Daniel.

Dia melanjutkan, untuk pilar hospitality yang bergerak dalam bidang manajemen hotel, perseroan akan mengoperasikan hotel-hotel dengan dua brand internasional di Makassar (Park Inn by Radisson), Lampung (Park Inn by Radisson), dan Batam (Radisson). Perseroan menyasar upscale market untuk brand Radisson dan midscale market untuk brand Park Inn by Radisson.

Hingga kuartal III-2014, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,48 triliun atau naik 12,97% dibandingkan periode sama 2013 sebesar Rp 1,31 triliun. Peningkatan pendapatan mendorong pertumbuhan laba bersih sebesar 47,86% menjadi Rp 37,1 miliar dari Rp 25,09 miliar.

Daniel menambahkan, sekitar 70% dari pendapatan perseroan ditopang oleh pilar inbound dan travel & leisure. Menurut dia, permintaan perjalanan wisata domestik maupun mancanegara tahun ini berkontribusi positif terhadap perseroan. Panorama mampu mencetak peningkatan laba usaha sebesar 28%. (bani)

Related posts