APRDI Bidik 5 Juta Investor Reksa Dana - Gelar Pekan Reksa Dana Nasional

NERACA

Jakarta – Guna menggenjot minat masyarakat berinvestasi di reksa dana dan memasyarakatkan lebih luas lagi investasi reksa dana sebagai alternatif investasi yang menjanjikan, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menggelar pekan reksa dana 2015.

Ketua APRDI, Denny R Taher mengatakan, melalui pekan reksa dana ini diharapkan banyak masyarakat minat berinvestasi di reksa dana. Bahkan pihaknya, membidik pengelolaan dana investasi sebanyak Rp1.000 triliun dan menargetkan jumlah investor mencapai 5 juta pada tahun 2017 mendatang,”Kami sudah membuat rancangan industri pengelolaan investasi. Target kami 5 juta investor dan dana kelolaan Rp1.000 triliun pada 2017," ujarnya di Jakarta, Senin (19/1).

Untuk mencapai target tersebut, APRDI mengenjot partisipasi perbankan. Misalnya, untuk program bank dapat berperan sebagai Know Your Customer (KYC) untuk pembukaan rekening efek di perusahaan sekuritas.

Selain itu, APRDI juga menyelenggarakan beberapa penyuluhan, seperti pameran bertajuk "Reksadana Investasi Masa Depan Mudah dan Terjangkau" di Gedung Soemitro Djojohadikusumo,”Tahun ini merupakan tahun ke-4. Kegiatan ini didukung oleh 28 peserta selama 10 hari kerja dan akan dibagikan menjadi dua kelompok pameran. Sistematic investement plan sangat membantu untuk industri reksa dana," kata Denny.

Proses otomatisasi, menurut dia juga diperlukan, sehingga reksa dana bisa dikenal sebagai investasi yang mudah dan terjangkau. Asal tahu saja, pekan reksa dana nasional merupakan even rutin yang digelar APRDI untuk memberikan edukasi, sosialisasi dan memasyarakatkan reksa dana. Setelah menggelar even di mall dan kampus, pada edisi keempat tahun ini, pekan reksa dana nasional juga akan diselenggarakan di gedung perkantoran. Misalnya kantor pemerintahan maupun swasta.

Banyak harapan, melalui roadshow ke kantor-kantor pemerintah, yang menjadi bagian dari regulator, nantinya promosi mengenai reksa dana akan semakin nyaring terdengar. Tentunya, regulator menjadi bagian penting untuk mempopulerkan reksa dana.

Ketua Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Nurhaida menambahkan, dibanding jumlah penduduk Indonesia yang besar, jumlah nasabah reksa dana di Indonesia masih sangat terbatas. Sampai akhir tahun 2014, jumlah nasabah reksa dana baru sekitar 250 ribu nasabah.

Oleh karena itu, APRDI bersama OJK akan terus melakukan sejumlah terobosan guna memudahkan akses nasabah ke reksa dana. Sebagai contoh, pada tahun 2014 OJK telah mengeluarkan Peraturan yang memungkinkan penjualan reksa dana dilakukan bukan saja oleh Bank umum, tetapi juga perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang pos dan giro, perusahaan pegadaian, perusahaan perasuransian, perusahaan pembiayaan, dana pensiun, dan perusahaan penjaminan.

Selain itu, setelah menurunkan batas minimum setoran dari Rp 250 ribu menjadi Rp 100 ribu, APRDI akan mendorong penerapan Systematic Investment Plan (SIP) atau yang sering dikenal dengan investasi berkala/autodebet. Melalui penerapan investasi berkala ini, nasabah akan jauh lebih mudah dalam melakukan investasi di reksa dana. Nasabah dapat berinvestasi di reksa dana mulai nominal kecil secara berkala, misalnya mingguan, bulanan ataupun kuartalan. Jadi dana investor akan didebit secara periodik sesuai pilihan nasabah. (bani)

Related posts