Temu Nasional Nasabah ULaMM PNM

NERACA

Jakarta - Sejak didirikan pada 15 tahun lalu sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya dan yang membedakan PNM dengan lembaga pembiayaan lainnya, selalu memadukan antara layanan Jasa Pembiayaan dan Jasa Manajemen secara terintegrasi guna memberikan nilai tambah dalam melaksanakan aktifitas pemberdayaan dan pengembangan Koperasi, Usaha Mikro dan Kecil. Layanan Jasa Manajemen ini salah satunya dikemas dalam Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bagi UMK.

Sebagai pembuka kegiatan program PKU di tahun 2015 PNM mengundang perwakilan nasabah dari seluruh kantor cabang perwakilan PNM di Indonesia untuk hadir dalam acara “Temu Nasional UMK Nasabah ULaMM PNM” yang diadakan di Perpusatakaan Habibie & Ainun. Turut hadir pula Presiden Republik Indonesia Ke-III Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie. Kegiatan Temu Nasional UMK Nasabah ini merupakan puncak rangkaian kegiatan temu nasabah ULaMM PNM mulai dari tingkat unit (ULaMM), berlanjut ke tingkat klaster ULaMM hingga tingkat cabang PNM.

Presiden Republik Indonesia Ke-III Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan salah satu pencetus berdirinya PNM pada tahun 1999. Pertemuan ini sekaligus sebagai pencanangan dimulainya program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) pada tahun 2015. Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) sepanjang 2014 (Januari-Desember) telah berhasil melaksanakan total pelatihan bagi UMK sebanyak 337 kali Pelatihan yang melibatkan 15.381 pelaku Usaha Mikro dan Kecil nasabah ULaMM PNM.

Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatakan, pada tahun 2015 PNM akan lebih meningkatkan kegiatan program PKU sehingga nasabah mikro dan kecil semakin terasah dan mampu menjadi pengusaha yang tangguh serta mandiri. Ini sesuai dengan komitmen PNM untuk memberikan solusi yang menyeluruh dan terpadu bagi nasabahnya.“Hingga Desember 2014 PNM yang didirikan di tahun 1999 dengan Modal Rp300 Milyar telah memiliki jaringan layanan sejumlah 715 Kantor termasuk 587 Kantor ULaMM yang melayani UMK di 2,931 Kecamatan di seluruh Indonesia. Bahkan bermodalkan Rp300 Milyar tersebut, dalam lima tahun (2009 – 2014) terakhir ini saja melalui ULaMM, PNM dapat menyalurkan pembiayaan total hampir mencapai Rp 12 Trilyun melalui 587 Unit ULaMM dan pembiayaan tersebut kami padukan dengan pembinaan dan pelatihan kepada nasabah UMK sesuai dengan arahan yang diamanatkan oleh Pak Habibie selama ini,” kata Parman. Kamis (15/1).

“Pelaksanaan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) merupakan reaktualisasi dan revitalisasi dari aktifitas jasa manajemen PNM bagi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM) dan Lembaga Keuangan Mikro/Syariah (LKM/S), di samping jasa pembiayaan termasuk kredit program,” tambah dia.

Aktifitas Jasa Manajemen adalah dukungan nonfinansial dalam rangka pengembangan usaha bagi UMKMK dan LKM/S yang telah PNM berikan sejak awal berdiri di tahun 1999. Tujuan PNM melaksanakan Program PKU dalam bentuk Temu Nasabah adalah selain diberikan keahlian/motivasi dalam bentuk Pelatihan adalah membangun Jaringan Komunikasi Pelaku UMK yang diharapkan juga dapat bersinergi sesama Nasabah dan melakukan kerjasama Bisnis/Usaha, sehingga tidak menjadi penonton memasuki MEA. Demikian juga dengan sesama Program Klasterisasi Industri UMK (OVOP).

Dalam kesempatan ini disampaikan pula, PNM telah mengusulkan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PNM kepada pemerintah. Sehingga tambahan PMN tersebut diharapkan dapat meningkatkan dan memperluas Kapasitas pemberdayaan PNM kepada UMKM. [mohar]

Related posts