Laju IHSG Tengah Masuki Tren Positif

NERACA

Jakarta- Menutup perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 26,426 poin (0,51%) ke level 5.214,359. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 6,723 poin (0,75%) ke level 897,554. Meskipun investor asing masih melakukan aksi jual yang sempat menghambat pergerakan IHSG, namun bisa diselamatkan dengan aksi borong investor domestik.

Kata Director of Investment of PT Valbury Asia Asset Management, Andreas Yasakasih, penguatan IHSG BEI salah satunya didorong oleh data ekspor Tiongkok yang membaik sehingga berdampak pada pergerakan bursa saham di kawasan Asia, termasuk di Indonesia,”Munculnya berita dari Tiongkok itu cukup memberikan sentimen positif bagi pasar saham, namun cenderung 'temporary'," ujarnya di Jakarta, Selasa (13/1).

Menurut dia, sentimen atau berita yang muncul saat ini hanya mempengaruhi pergerakan bursa saham dalam jangka pendek karena sentimen utama yang dinanti pasar yakni kepastian kenaikan suku bunga AS (Fed rate). Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, harga minyak dunia saat ini yang cenderung mengalami penurunan cukup positif bagi Indonesia karena dapat membuka ruang lebih dana untuk digunakan ke sektor produktif,”Dana yang tadinya digunakan untuk subsidi impor bahan bakar minyak (BBM) bisa dialihkan ke proyek infrastruktur," katanya.

Lanjutnya, saham-saham yang berhubungan dengan sektor infrastruktur seperti konstruksi dan properti cukup positif untuk diakumulasi karena dapat mendorong kenaikan harga aset seiring dengan pembangunan proyek di sekitarnya. Berikutnya, indeks BEI masih melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (14/1).

Perdagangan kemarin, dana asing terus mengalir ke luar lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 368,252 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 278.199 kali dengan volume 10.944 miliar lembar saham senilai Rp 7,708 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 152 turun, dan 85 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 33.000, Bank of India (BSWD) naik Rp 505 ke Rp 2.565, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 24.650, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 17.475. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 1.000 ke Rp 145.000, SMART (SMAR) turun Rp 400 ke Rp 6.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 325 ke Rp 11.200, dan Impack (IMPC) turun Rp 300 ke Rp 5.500.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 9,165 poin (0,18%) ke level 5.197,098. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,983 poin (0,56%) ke level 895,814. Indeks sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di level 5.215. Sayangnya penguatan ini terhambat oleh aksi jual investor asing.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 152.186 kali dengan volume 7,276 miliar lembar saham senilai Rp 5,024 triliun. Sebanyak 139 saham naik, 136 turun, dan 83 saham stagnan. Nilai dan volume perdagangan siang melonjak berkat transaksi tutup sendiri saham PT Pakuwon Tbk (PWON) senilai Rp 1,1 triliun. Transaksi di pasar negosiasi ini difasilitais broker UBS Securities (AK). Pergerakan bursa-bursa di regional masih sama seperti diawal. Sentimen negatif dari Wall Street dan lesunya harga minyak masih memberi tekanan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 148.000, Unilever (UNVR) naik Rp 975 ke Rp 33.075, Indocement (INTP) naik Rp 475 ke Rp 24.675, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 325 ke Rp 10.800. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 1.500 ke Rp 6.500, SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 6.700, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 300 ke Rp 4.800, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 250 ke Rp 12.050.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 12,002 poin atau 0,23% ke posisi 5.199,93. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 3,03 poin atau 0,34% ke posisi 893,86. Kata analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, sebagian investor kembali melakukan aksi beli setelah pada awal pekan kemarin (Senin, 13/1) mengalami tekanan,”Setelah terjadi koreksi, pelaku pasar memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi beli meski bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi," kata William.

Secara teknikal, dia menambahkan bahwa perjalanan IHSG BEI terlihat sedang beranjak kembali melanjutkan pola tren penguatannya dengan target level batas atas berada pada level 5.247 poin.

Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, pelemahan yang terjadi pada indeks saham AS dan sebagian bursa saham di Asia diperkirakan dapat memberikan pengaruh terhadap laju IHSG,”Minimnya insentif pasar dari dalam negeri serta faktor eksternal diperkirakan akan mempengaruhi laju indeks BEI," kata Alfiansyah.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 93,08 poin (0,39%) ke 24.119,54, indeks Bursa Nikkei turun 301,15 poin (1,75%) ke 16.896,70, dan Straits Times melemah 2,24 poin (0,07%) ke posisi 3.342,66. (bani)

Related posts