Perang Sengit Operator Dalam Layanan 4G - Mengklaim Tercepat dan Terdepan

NERACA

Jakarta – Kebijakan pemerintah yang menyerukan operator seluler untuk menyiapkan fasilitas 4G LTE seiring mulai dibukanya frekuensi tersebut, terus memacu operator seluler di dalam negeri untuk berebut pasar yang tengah tren saat ini dengan saling mengklaim sebagai yang pertama dan tercepat. Menjadi operator pertama yang menghadirkan layanan 3G, 4G atau yang lainnya memang menjadi prestis tersendiri bagi operator seperti Telkomsel, XL dan Indosat yang selama ini menjadi pemain besar.

Tengok saja PT Indosat Tbk (ISAT) yang menjadi bagian dari penyedia jariangan 4G LTE tengah melakukan modernisasi 32 ribu BTS untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan layanan tersebut.

President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli mengatakan, pihaknya telah menyediakan 4G-LTE dari ujung RRI hingga Dukuh Atas. Dilakukan dalam konsep kombinasi, baik secara indoor dan outdoor,”Untuk BTS 4G yang sudah on, BTS kami sudah ready semuanya untuk LTE,”ujarnya.

Alex menegaskan, telah dipastikan coverage jaringan di area kawasan Jakarta, di seputaran Monas, Thamrin, dan Sudirman sudah cukup. Tidak mau kalah, PT Telkomsel juga tengah menggenjot jumlah pengguna layanan 4G LTE (long term evolution) yang baru disediakannya. Perusahaan mengaku telah memasang target 2-3 juta pengguna layanan 4G LTE miliknya pada tahun 2015.

Senior Vice President LTE Project Telkomsel, Mulya Syam pernah bilang, target sementara pengguna 4G LTE sekitar 2-3 juta pelanggan baru,”Saya optimistis target pengguna layanan 4G LTE bakalan tercapai karena pengguna smartphone yang sudah dilengkapi teknologi 4G LTE sudah terbilang besar,”ungkapnya.

Dia memprediksi sekarang sudah sekitar 3-4 juta smartphone berteknologi 4G LTE yang tersebar di seluruh Indonesia. Sayangnya, Hendri tidak mau menjelaskan secara rinci persebaran sekitar 4 juta smartphone yang telah mendukung layanan LTE itu. Diperkirakan digunakan pelanggan yang tinggal di kota besar seperti Jakarta dan Denpasar.

Sementara PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah menginvestasikan dana sebesar Rp 3 miliar untuk menyediakan layanan mobile 4G-LTE, yang dialokasikan dari keseluruhan nilai investasi XL tahun 2014 yang mencapai sekitar Rp7 triliun.

Kata Presiden Direktur XL Axiata, Hasnul Suhaimi, untuk memasyarakatkan layanan 4G-LTE, XL akan membangun ekosistem pendukungnya seperti penyediaan ponsel yang mampu beroperasi di jaringan 4G-LTE seperti Sony Mobile, Intel Corporation, LG Mobile, HTC, Nokia (Microsoft), Huawei, Speedup, BlackBerry, dan Qualcomm.

Bahkan belum lama ini, perseroan telah menggelar uji coba layanan generasi ke 4 tersebut,”Tahap awal layanan real mobile 4G-LTE bisa dinikmati di lima lokasi di Jakarta, diantaranya pusat perbelanjaan Kota Kasablanca dan Central Park, serta empat lokasi lainnya yaitu Euphoria Lounge Menara Prima, XL Xplor Senayan City, serta Grha XL,”ujar Hasnul.

Menurutnya, peluncuran layanan mobile 4G-LTE ini sejalan dengan spirit XL untuk selalu menjadi operator yang terdepan dalam berinovasi menyediakan layanan bagi masyarakat. Nantinya, layanan internet berkecepatan tinggi dengan teknologi 4G-LTE ini secara bertahap XL akan memperluas ke beberapa kota lainnya di luar Jakarta. (bani)

Related posts