RS Mitra Keluarga Pilih Underwriter Asing - Muluskan Rencana Go Public

NERACA

Jakarta – Menyusul kesuksesan Rumah Sakit Siloam dan Omni yang sudah go public, bakal di ikuti Rumah Sakit Mitra Keluarga yang juga berencana go public dengan menawarkan saham perdana kepada public tahun ini. Untuk memuluskan aksi korporasinya, perseroan sudah menunjuk tiga penjamin emisi asing.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Riset OSO Securities, Supryadi menyambut baik rencana Mitra Keluarga untuk melantai di bursa. Secara sektoral, bisnis rumah sakit kian menguntungkan dan memberi margin ciamik. "Apalagi Mitra Keluarga rumah sakit cukup besar dan sebarannya banyak," ujarnya di Jakarta, Rabu (7/1).

Saat ini, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sedikitnya ada 17 emiten berencana melantai di BEI pada tahun ini. Sepanjang 2015, BEI menargetkan ada 32 emiten yang akan IPO. Jumlah tersebut turun dari target awal sebanyak 35 emiten.

Rumah Sakit Mitra Keluarga membidik dana IPO yang cukup besar, mencapai US$ 200 juta hingga US$ 300 juta. Perusahaan ini akan memulai masa pra penjualan pada akhir Januari atau awal Februari mendatang. Mitra Keluarga sudah menunjuk Morgan Stanley dan UBS sebagai senior underwriters untuk IPO. Sementara CIMB bertindak sebagai junior underwriter. Dengan begitu, Mitra Keluarga berencana melakukan roadshow ke beberapa negara.

Rencana IPO Mitra Keluarga sudah bergaung sejak tahun lalu. Tadinya, Mitra Keluarga ingin menggunakan buku laporan keuangan September 2014 sebagai dasar valuasi. Saat itu, Michael Steven, Direktur Utama Kresna mengaku sudah ada pembeli jangkar (anchor buyer) yang berminat membeli saham Mitra Keluarga. Rumah Sakit Mitra Keluarga Grup memiliki 11 rumah sakit yang tersebar di sejumlah daerah. Antara lain di Jakarta, Bekasi, Cikarang, Surabaya, Tegal, Waru, Cibubur, dan Kenjeran.

Saat ini, sudah ada emiten Rumah Sakit yang listing di pasar modal diantaranya, Rumah Sakit Omni Internasional yang melepas 25% sahamnya ke public dengan menggunakan laporan keuangan Juni 2012 dan menunjuk penjamin emisi PT Lautandana Securindo.

Perseroan mengantungi dana dari IPO sekitar sekitar Rp 100 miliar yang kemudian digunakan untuk ekspansi dan pembayaran utang. Saat ini Rumah Sakit Omni memiliki dua rumah sakit di Alam Sutera dan Pulomas. Perseroan berencana untuk memperluas rumah sakit di Alam Sutera. Selain itu ada Grup Lippo melalui PT Lippo Karawaci Tbk yang melepas sekitar 30% saham Siloam Hospital ke bursa melalui pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO).

Dikuartal ketiga tahun lalu, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) telah menyerap 93,16% dana hasil penawaran umum (IPO) atau sebesar Rp1,24 triliun. Direktur PT Siloam International Hospitals Tbk, Kailas N. Raina pernah bilang, dana tersebut telah direalisasikan penggunaannya untuk ekspansi pengadaan peralatan rumah sakit, lalu untuk pembayaran pinjaman kepada PT Lippo Karawaci Tbk, serta untuk melakukan akuisisi PT Medika Sarana Traliansia dan PT Gramari Prima Nusa.

Dia juga menjelaskan, sampai dengan kuartal ketiga dana yang terserap untuk ekspansi sekitar 84,10% atau sebesar Rp435,69 miliar seperti yang telah direncanakan. Sementara, lanjutnya, untuk pembayaran pinjaman ke PT Lippo Karawaci Tbk telah terserap seluruhnya yakni sebesar Rp464,92 miliar, sedangkan untuk akuisisi terserap 97,53% atau sebesar Rp336,82 miliar. (bani)

Related posts