Petani Khawatir Kebakaran G. Ciremai

NERACA

Kuningan – Sejumlah penggarap lahan di kawasan hutan Gunung Ciremai saat ini khawatir muncul kembali kebakaran di Ciremai dan merembet ke lahan garapannya sehingga mereka takut merugi karena gagal panen.

Pantauan Neraca, di musim kemarau saat ini, kawasan hutan Gunung Ciremai rawan terhadap kebakaran. Bahkan beberapa hari lalu lebih dari seratus hektar lahan di Ciremai habis terbakar dan kerugian dikahwatirkan akan berdampak terhadap potensi ekonomi masyarakat penggarap hutan di sekitar Ciremai.

Angin yang cukup kencang sejak awal Agustus kemarin memang sangat rentan terhadap gesekan, terutama pada areal yang banyak ditumbuhi ilalang. Kejadian yang cukup mengejutkan saat cuti bersama terjadi di Blok Cilayur Ciremai, ketika semua sedang asyik berlibuat, di puluhan petak Cilayur dilalap si jago merah.

Kendati sedikit terlambat, namun api yang telah melalap ratusan hektar tersebut akhirnya bisa dikendalikan oleh petugas polisi hutan dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Satpol PP, LSM dan masyarakat sekitar. “Saya sangat khawatir lahan kami juga ikut terbakar. Jika terbakar, lahan sayuran yang tengah tumbuh itu habis dan kami pun tidak bisa panen,” papar Rohidin, salah seorang penggarap lahan.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan tidak membakar sampah atau ranting sembarangan. “Musim kering ini luar biasa dampaknya, sehingga lahan-lahan mulai mengering. Saya menghimbau jangan membakar sampah sembarangan karena resikonya besar,” pintanya.

Related posts