Pasar Modal Syariah Berkembang Pesat - Investor Tumbuh 190,7%

NERACA

Jakarta – Meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum merampungkan roadmap industri pasar modal syariah, namun perkembangan pasar modal syariah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Menurut data OJK, sampai pertengahan Desember 2014, jumlah investor syariah meningkat 190,7% menjadi 2.334 investor, jika dibandingkan raihan di akhir 2012 yang hanya mencapai 803 investor.

Kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, peningkatan investor syariah cukup tinggi dua tahun belakangan ini, “Di sisi lain, terdapat delapan Anggota Bursa (AB) yang telah memperoleh sertifikasi Syariah Online Trading System (SOTS) dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI),”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Nurhaida menjelaskan, selama periode Januari-Desember 2014, kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengadakan berbagai kegiatan sosialisasi pasar modal syariah bagi para pelaku pasar modal dan masyarakat umum di daerah.

Di mana kantor perwakilan BEI mencakup dua kali pelaksanaan sekolah Pasar Modal Syariah Reguler Level 1 di Kantor Perwakilan Surabaya yang dihadiri 120 peserta,”Ada empat kali pelaksanaan Sekolah Pasar Modal Syariah bekerja sama dengan perguruan tinggi di daerah dengan total peserta sebanyak 184 peserta, serta satu kali pelaksanaan sosialisasi pasar modal syariah yang dihadiri 164 peserta," jelasnya.

Kegiatan sosialisasi pasar modal syariah yang dilakukan BEI dengan menggandeng Dewan Syariah Nasional (DSN)-Majelis Ulama Indonesia (MUI). Beberapa kegiatan edukasi dan sosialisasi yang telah dilakukan dalam rangka pengembangan investasi syariah di pasar modal Indonesia selama 2014,”Dengan semakin meningkatnya kegiatan edukasi dan pengembangan investasi syariah di pasar modal, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pasar modal Indonesia," ungkap Nurhaida.

Selain itu, demi meningkatkan investor syariah di pasar modal Indonesia, BEI juga sudah melakukan ekstensifikasi kegiatan edukasi melalui kerja sama secara khusus dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), akademisi, Anggota Bursa, dan pelaku pasar lainnya.

Pengamat pasar modal syariah, Adiwarman A. Karim pernah bilang, prospek pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia diyakini akan melesat tajam dan mampu mengejar ketertinggalan dengan negara Malaysia yang sudah lebih awal menerapkan pasar modal syariah dan juga industri keuangan syariah,”Pasar modal syariah di Indonesia bakal berkembang pesat dan peluang itu ada. Selain itu, dirinya menyakini, tahun 2015 mendatang Indonesia akan menjadi trensenter atau kiblatnya pasar modal syariah di dunia dan ini momentum tepat,”ungkapnya.

Adiwarman Karim menambahkan, Indonesia dengan negara populasi muslim terbesar di dunia harus bisa mengungguli dari Malaysia dan termasuk Inggris yang sudah menyatakan akan menjadi pusat ekonomi syariah. Menurutnya, kemajuan pasar modal syariah di Indonesia sudah ada dan bahkan sudah lebih maju dengan memiliki keunggulan dalam trading online syariah. (bani)

Related posts