Saham Sektor Maritim Paling Berpengaruh

Rabu, 31/12/2014

NERACA

Jakarta - Kebijakan maritim Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memberikan sentimen positif bagi emiten yang bergerak di sektor kelautan. Sebanyak tiga dari 10 emiten terbaik tahun ini berasal dari sektor tersebut.

Berdasarkan data dari Bloomberg, sejak awal tahun hingga penutupan sesi pertama (year to date) PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (Temas Line/TMAS) mencatat kenaikan saham 954,76% ke Rp 2.215, tertinggi dibandingkan emiten-emiten lain.

Saham Temas mulai naik di bulan Agustus, sebulan setelah Jokowi-JK mengumumkan kebijakan maritimnya dalam debat calon presiden di bulan Juli. Kapitalisasi pasar Temas juga melesat dari Rp 348 miliar di kuartal dua menjadi Rp 2,5 triliun saat ini, menurut data Bloomberg.

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) mencatat pertumbuhan kedua terbesar setelah Temas Line dengan kenaikan year to date 398,28 persen ke Rp 14.450. Dharma Samudera Fishing Industries (DSFI) mencatat pertumbuhan kelima terbesar dengan kenaikan year to date 313,73 persen.

Reza Priyambada, analis Woori Korindo Securities mengatakan, kenaikan harga saham-saham maritim disebabkan oleh momentum terpilihnya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan program ekonomi maritimnya,”Munculnya program maritim tentunya berimbas pada saham-saham kelautan, secara sentimen. Tapi, untuk fundamentalnya dan seberapa pengaruhnya program maritim Jokowi-JK akan berpengaruh pada kinerja emiten-emiten kelautan..itu yang harus menunggu realisasinya (kebijakan maritim)," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Program unggulan sektor maritim Pemerintahan Jokowi-JK adalah Tol Laut. Dalam benak pemerintahan baru, nantinya kapal besar akan rutin mengangkut barang di seluruh perairan Indonesia. Ibarat tol di darat sebagai jalan bebas hambatan, kehadiran kapal dan pelabuhan berstandar internasional akan memperlancar jalur disribusi barang sehingga dapat menurunkan biaya logistik. Investasi yang dibutuhkan diperkirakan Rp 700 triliun.

Soal harga, Reza mengatakan bahwa meski sudah mengalami kenaikan signifikan, saham- saham sektor maritim masih layak dikoleksi di 2015,”Sepanjang sentimen dari proyek tol laut masih ada maka saham-saham itu masih ada potensi untuk menguat. Namun perlu diperhatikan juga fundamentalnya," tutur Reza.

Mandiri Sekuritas juga mengambil sikap "bullish" terhadap sektor maritim di 2015. Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Jhon Rachmat mengatakan pertumbuhan energi di Indonesia akan mendorong permintaan di industri perkapalan,”Karena Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, setiap kenaikan konsumsi energi akan berdampak pada naiknya kebutuhan transportasi laut, sehingga dapat meningkatkan permintaan pada kapal-kapal," kata dia.

Mandiri menjagokan emiten baru di bursa untuk sektor ini, yaitu PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Mandiri juga penjamin emisi ketika Soechi melakukan penawaran perdana tahun ini. Saham Soechi telah naik 20 persen ke Rp 660 siang ini sejak mulai diperdagangkan 3 Desember lalu."Peningkatan pengangkutan produksi minyak nasional terutama dari Blok Cepu milik PT Pertamina (Persero) akan berdampak positif pada perseroan," katanya. (bani)