OJK Klaim Tren Jumlah Sanksi Menurun

Hanya Tercatat 777 Sanksi

Rabu, 31/12/2014

NERACA

Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang tahun 2014 telah memberikan 777 sanksi administrasitif kepada para pelaku industri pasar modal, atau turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 953,”Pengawasan dilakukan secara sistematik, jadi tidak bisa dibandingkan secara langsung. Misalnya, tahun ini kita fokus ke modal kerja bersih diseusaikan (MKBD). Tapi, apa yang ditemukan tahun lalu akan kita follow up. Tahun ini, kebanyakan pelanggaran masih keterlambatan pelaporan,”kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di Jakarta, Selasa (30/12).

Dia mengatakan, dari 777 sanksi tersebut, sebanyak 60 sanksi berupa peringatan tertulis, 713 sanksi berupa denda, dua sanksi pencabutan izin dan dua sanksi lainnya berupa pembekuan izin. Adapun 60 sanksi peringatan tertulis tersebut terdiri dari 30 sanksi lantaran emiten terlambat mengumumkan laporan keuangan dan 30 sanksi karena pelanggaran terkait kasus di bidang pasar modal selain kewajiban pengumuman laporan keuangan."713 sanksi lainnya berupa denda dikarenakan keterlambatan penyampaian laporan berkala dan laporan insidentil dengan total nilai denda Rp 7,95 miliar," katanya.

Sementara dua sanksi berupa pencabutan izin usaha dan perorangan, dimana satu sanksi berupa pencabutan izin usaha sebagai penasihat investasi karena keterlambatan penyampaian laporan berkala dan satu sanksi lagi pencabutan izin wakil perantara pedagang efek. "Sedangkan dua sanksi pembekuan izin, yaitu berupa pembekuan izin wakil perusahaan efek dan pembekuan Surat Tanda Terdaftar (STTD) sebagai akuntan publik," katanya.

Selama periode Januari-29 Desember 2014, BEI telah menetapkan 91 kali unusual market activity (UMA), transaksi tidak wajar atas 80 efek. BEI juga telah melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) sebanyak 29 kali atas 25 efek.

Suspensi dilakukan untuk melindungi investor terhadap transaksi yang tidak wajar, dan memberi kesempatan kepada investor agar dapat memperhatikan keterbukaan informasi, rencana-rencana, dan kinerja emiten, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan transaksi.

Selain itu, selama periode Januari-Desember 2014 BEI telah melakukan pemeriksaan khusus terhadap 18 Anggota Bursa dengan total pemeriksaan sebanyak 20 kali. Kendatipun demikian, penguatan IHSG tertinggi keempat setelah Tiongkok, India, dan Filipina.

Menurut data yang dirilis CNN, Bursa Efek Indonesia masuk jajaran 10 besar bursa saham terbaik di dunia sepanjang 2014. Posisi BEI berada di nomor sembilan dengan pertumbuhan sekitar 20,24% pada penutupan perdagangan saham 23 Desember 2014.

Selain itu, IHSG mencatatkan level tertinggi sepanjang sejarah di kisaran 5.246,48 pada 8 September 2014. Ada sejumlah sektor saham yang jadi penopang IHSG. Tercatat sepanjang 2014, sektor saham properti, konstruksi, infrastruktur dan keuangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2014. (bani)