Saham Sektor Otomotif Masih Terpukul - Tangangan Astra Internasional

NERACA

Jakarta – Memasuki tahun 2015 yang tinggal menghitung hari, banyak harapan bagi pelaku pasar bila kondisi tahun depan bisa lebih baik. Namun faktanya, tahun depan menjadi tahun terberat lantaran pertumbuhan ekonomi masih melambat. Alhasil, imbas Pertumbuhan yang melambat tersebut membuat valuasi dari beberapa saham-saham tidak memiliki peningkatan yang signifikan di 2015 mendatang.

Pengamat Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, selain valuasi saham yang menurun, beberapa sektor juga diperkirakan masih bakal terkena imbas perlambatan usaha pada tahun depan."Pertengahan tahun depan sektor yang cenderung tergerus dan melambat adalah industri automotif yang paling tidak sampai pertengahan tahun masih tertekan," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain sektor otomotif, menurut dia sektor telekomunikasi juga dinilainya masih belum terlalu mengalami pertumbuhan secara signifikan,”Telekomunikasi kalau dilihat dari segi pertumbuhan akan melambat ke depan, selain cukup banyaknya perkembangan teknologi. Kalau dilihat pasar sudah mulai jenuh lantaran sudah banyak yang memiliki handphone tapi tanpa menggunakan aplikasi tanpa terkena pulsa, sehingga mereka akan mulai mengurangi pemakaian mereka dari sisi telekomunikasi,”ungkapnya

Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksikan penjualan mobil pada 2015 akan relatif sama dengan 2014 atau tetap pada posisi 1,2 juta unit karena pertimbangan inflasi, nilai tukar, dan suku bunga Bank Indonesia,”Kami per kuartal melakukan review, saat ini kami melihat untuk tahun depan akan sama 1,2 juta, dengan catatan setelah masuk kuartal pertama, kami akan review kembali untuk melihat," kata Ketua Gaikindo Sudirman MR.

Sudirman mengatakan, pasar otomotif akan mengikuti pertumbuhan ekonomi secara nasional, jadi jika ada tekanan pada perekonomian nasional, maka pasar otomotif akan ikut tertekan. Maka hal inilah yang menjadi alasan bagi PT Astra International Tbk (ASII) untuk memperkuat bisnis otomotif sebagai pilar utama. Perseroan bertekad memanfaatkan peluang pertumbuhan penjualan mobil nasional.

Asal tahu saja, penjualan mobil Astra secara nasional turun 1% menjadi 476.000 unit. Hal ini menyebabkan penurunan pangsa pasar dari 53% menjadi 51%. Di sisi lain, penjualan sepeda motor mengalami peningkatan sebesar 9%. Namun selama kuartal III-2014, Astra berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 14,5 triliun atau naik 8% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 13,4 triliun.

Tahun depan, Astra menyiapkan investasi sebesar Rp 17-20 triliun atau tumbuh 10-20% dari realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) 2014 yang diperkirakan mencapai Rp 15-17 triliun. Sesuai rencana, sebagian besar dana capex akan digunakan untuk divisi otomotif, yakni pembangunan pabrik, pusat pengembangan teknologi, dan penambahan dealer penjualan. Dana juga akan dialokasikan untuk pembangunan proyek infrastruktur, antara lain proyek jalan tol dan power plant yang tengah dikerjakan Astra. (bani)

BERITA TERKAIT

Astra Graphia Beri Pinjaman Rp 125 Miliar - Kembangkan Anak Usaha

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) memberikan fasilitas pinjaman uncommited kepada dua anak…

MUFG Bank Dinobatkan sebagai Best Internasional Bank

      NERACA   Jakarta - Entitas perbankan utama MUFG, MUFG Bank, Ltd. hari ini mengumumkan bahwa kantor cabangnya…

Menko Polhukam - Komunitas Internasional Diharapkan Bentuk Konvensi Dunia Maya

Wiranto Menko Polhukam Komunitas Internasional Diharapkan Bentuk Konvensi Dunia Maya Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…