Ciputra Bakal Kembangkan 20 Proyek Baru

NERACA

Jakarta - Tahun 2015 menjadi tahun harapan agar bisnis bisa lebih baik dari sebelumnya, termasuk pengembangan bisins sektor properti. Tahun depan, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) bakal mengembangkan 15-20 proyek baru.

Disebutkan, enam dari proyek itu bawaan rencana proyek tahun ini yang penggarapannya diundur (carry over). Mayoritas proyek itu merupakan rumah tapak (landed house),”Kami optimistis pasar properti akan membaik. Itu akan kami jawab dengan penggarapan sejumlah proyek baru,”kata Direktur PT Ciputra Development Tbk, Tulus Santoso, di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan, penjualan pada kuartal IV tahun ini sangat positif. Kondisi itu akibat perbankan tidak menaikkan bunga KPR. Dampaknya terjadi lonjakan permintaan properti dari masyarakat. Peningkatan itu terjadi untuk kebutuhan investasi atau pun kebutuhan dipakai sendiri. Situasi dan kondisi itu diharap berlanjut tahun depan. "Harapannya permintaan masyarakat akan properti tidak surut tahun mendatang," kata dia.

Untuk keperluan itu, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) dikisaran Rp1,2-2 triliun. Dana capex itu bersumber dari kas internal dan pinjaman perbankan, dengan porsi antara kas internal dan fasilitas perbankan berimbang.

Sebagai informasi, pengamat pasar modal dari PT Valbury Asia Asset Management, Andreas Yasakasih, pernah bilang, penguatan kinerja saham sektor properti tahun 2014 akan terus berlanjut hingga tahun depan, selain sektor keuangan dan infrastruktur,”Saham sektor properti tahun depan masih akan menjadi minat investor, karena memiliki kinerja positif di tahun ini, diikuti sektor keuangan dan infrastruktur," ujarnya.

Dia menjelaskan, kuatnya permintaan properti di sepanjang tahun ini diikuti dengan adanya dukungan dari penyaluran pembiayaan menjadi salah satu faktor saham-saham di sektor itu membukukan kinerja positif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per November 2014, indeks properti mencatat pertumbuhan sebesar 48,72%. Diikuti indeks keuangan sebesar 33,43% dan infrastruktur sebesar 22,74%. Sementara yang mencatatkan pertumbuhan terendah yakni indeks pertambangan sebesar 1,07%.

Hal senada juga disampaikan Head of Equity Research Mandiri Sekuritas John Rachmat, sektor perbankan, properti, dan manufaktur akan menunjukkan performa positif pada tahun 2015 mendatang sejalan dengan fokus pemerintah yang akan mendorong infrastruktur sehingga akan menopang pertumbuhan ekonomi pada tahun depan,”Ekonomi Indonesia bisa mencatat pertumbuhan sebesar 5,3% pada 5015 mendatang. Apalagi jika iklim investasi tidak terpengaruh global, pertumbuhannya bisa mencapai 5,5%," katanya.

Dia memaparkan bahwa saham-saham yang dapat diperhatikan di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Semen Gresik (SMGR), PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Ciputra Surya (CTRS) dan PT Pakuwon Jati (PWON). (bani)

BERITA TERKAIT

Pengamat: Sektor Properti Bakal Didorong Generasi Milenial

Pengamat: Sektor Properti Bakal Didorong Generasi Milenial NERACA Jakarta - Pengamat properti dan pendiri Panangian School of Property, Panangian Simanungkalit…

Loop Arema Jadi Wahana Baru di Kota Malang

Loop Arema yang dibangun Telkomsel di kawasan Taman Singha Merjosari Kota Malang menjadi wahana baru untuk menyalurkan hobi bagi warga…

Pertamina Konsisten Kembangkan Energi Terbarukan

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) secara konsisten mengembangkan energi baru dan terbarukan bagi masyarakat Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…