Huawei Bakal Miliki Saham Bakrie Telecom

Rabu, 24/12/2014

Huawei Tech Investment Co Ltd berpeluang mengantongi 9% saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Sedangkan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) masing-masing bisa memiliki 5% saham pada operator telekomunikasi berbasis code division multiple access (CDMA) dengan merek dagang Esia tersebut.

Huawei, Solusi Tunas, dan Protelindo bisa memperoleh saham tersebut menyusul diterimanya proposal perdamaian dalam rangka pelunasan utang Bakrie Telecom melalui skema obligasi wajib konversi (mandatory convertible bond-A/MCB-A).

Saat ini, Bakrie Telecom memiliki utang sebesar US$ 145 juta kepada Huawei. Sedangkan utang kepada Solusi Tunas dan Protelindo masing-masing sebesar Rp 1 triliun. Protelindo adalah anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Sebelumnya, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengesahkan proposal perdamaian (homologasi) yang diajukan Bakrie Telecom dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 8 Desember 2012.

Sementara itu, sebanyak 94,5% kreditor Bakrie Telecom menyetujui skema pembayaran utang yang diajukan perseroan. Perseroan bakal melunasi utang dalam waktu 18 bulan setelah pengesahan homologasi.

Presiden Direktur Bakrie Telecom Jastori Abi mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi PKPU, total tagihan utang perseroan sekitar Rp 11,31 triliun. Dalam proposal perdamaian, sekitar 70%dari total utang itu akan dibayar dengan MCB-A yang dapat dikonversi menjadi saham pada harga Rp 200 per saham,”Nilai konversi itu setara dengan 53% saham pada Bakrie Telecom. Salah satu kreditor terbesar adalah Huawei yang memiliki piutang senilai US$ 145 juta. Huawei akan memiliki 9% saham perseroan,” kata Jastiro di sela paparan publik di Jakarta, kemarin.

Menurut Jastiro, kreditor besar lainnya adalah Solusi Tunas dan Protelindo. “Dalam waktu dekat, kami akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta izin konversi utang dengan MCB,” jelas dia. RUPSLB kemungkinan dijadwalkan pada awal 2015. (bani)