Siwani Makmur Incar Pendapatan Tumbuh 15%

NERACA

Jakarta –Perusahaan percetakan kemasan fleksibel, PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) menargetkan pendapatan tahun depan tumbuh sebesar 10%hingga 15%,”Pertumbuhan tahun depan minimal 10-15%. Hal ini kami lakukan dengan cara menambah pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama," kata Direktur PT Siwani Makmur Tbk, Bambang di Jakarta, Selasa (23/12).

Disebutkan, pendapatan perseroan turut meningkat seiring makin bertambahnya penjualan pada tahun depan. Sampai dengan akhir tahun lalu, kegiatan operasional didukung oleh dua unit mesin cetak, dua unit mesin laminasi, empat unit mesin potong, dan satu unit mesin inspeksi.

Selain itu, perseroan juga terus meningkatkan produktifitas dan efisiensi perusahaan, industri retail makanan dan minuman terus tumbuh, order yang diterima juga akan tumbuh. Sementara itu, Komisaris SIMA Burhan Sunarno menambahkan, target produksi perseroan pada tahun depan akan ditingkatkan melalui utilitas dari jumlah mesin yang ada,”Rata-rata omzet kami per bulan Rp2 miliar-Rp2,7 miliar. Pada Januari hingga Mei, kita fokus memperbaiki mesin. Hingga Juli 2014, kapasitas produksi perseroan berjalan normal,”ujarnya.

Presiden Direktur Siwani Makmur Edward Seky Soeryadjaya pernah bilang, perseroan pada tahun ini menargetkan peningkatan penjualan kemasan plastiknya sebesar 100% dibandingkan penjualan di tahun sebelumnya.

Dia mengungkapkan, bisnis perseroan masih tetap mengandalkan produksi kemasan plastik sehingga rencana perseroan untuk memulai bisnis baru akan tertunda. Sebelumnya, perseroan berencana untuk menjajaki bidang usaha baru, yaitu properti sebagai salah satu sarana untuk menggenjot kinerja perseroan.

Asal tahu saja, perseroan sedang menyiapkan tiga opsi pengembangan sektor baru tersebut, yakni pengembangan perkotaan (urban development), pengembangan pedesaan (rural development), dan kawasan industri. Untuk pengembangan di kawasan perkotaan, Siwani Makmur telah menyiapkan sejumlah rencana strategis berupa apartemen, gedung perkantoran (office building), dan gedung komersial (commercial building)."Gedung komersial, khususnya berkaitan dengan pengembangan stasiun monorel yang digalakkan pemerintah,”paparnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Dinilai Tidak Bersifat Material - Steadfast Tolak Gugatan Pailit Cable Source

NERACA Jakarta – Perusahaan galangan kapal, PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) membantah dan menolak seluruh permohonan gugatan pailit yang diajukan…

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…