Kemdikbud Resmikan Candi Muaro Jambi

Jadi Cagar Budaya

Sabtu, 27/12/2014

NERACA

Indonesia memiliki beragam warisan budaya yang tersebar di segala penjuru pelosoknya. Salah satunya adalah warisan situs purbakala kompleks percandian Muaro Jambi.

Kompleks percandianyang terletak di Kecamatan Muaro sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi ini, ternyata merupakan salah satu warisan budaya agama Budha yang bernilai sangat tinggi. Hal ini juga diperkuat dengan adanya beberapa hasil temuan benda sejarah seperti hasil reruntuhan Stupa, Arca Gajah Singh, Arca Prajinaparamita dan lain sebagainya.

Pada 22 Desember lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meresmikan kawasan yang pernah dijadikan sebagai salah satu pusat tempat peribadatan agama Budha Tantri Mahayana di Indonesia ini.

Kawasan percandian tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Melayu Kuno masa Hindu-Buddha sekitar abad 7-13 Masehi yang terdiri dari 82 reruntuhan bangunan kuno.

Sebanyak delapan candi telah dibuka untuk umum yaitu Candi Gumpung, Candi Tinggi I, Candi Tinggi II, Candi Kembar Batu, Candi Astano, Candi Gedong I, Candi Gedong II, dan Candi Kedaton. Selain candi, juga terdapat kanal kuno dengan aliran mengelilingi kawasan percandian.

"Kami telah melakukan penataan kompleks candi itu," kata Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Kacung Maridjan, dalam konferensi pers di Jakarta belum lama ini.

Sedangkan untuk situs Gunung Padang, Kacung mengatakan akan melakukan penelitian lebih lanjut. Kacung menjelaskan bukan tidak mungkin nantinya Gunung Padang menjadi cagar budaya. Pada 2014, Kemdikbud menetapkan sebanyak 15 cagar budaya. Kemdikbud menargetkan 15 cagar budaya ditetapkan pada 2015.

"Hingga saat ini, dari 17 SK Penetapan yang telah selesai dan dua cagar budaya masih dalam proses," tukas dia.