WIKA Raih Kontrak Baru Rp 220 Miliar - Bangun Riset Kedokteran UI

NERACA

Jakarta – Menjelang tutup buku tahun 2014, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) masih mengantungi kontrak baru pembangunan gedung riset kedokteran Universitas Indonesia (UI) senilai kurang lebih Rp 220 miliar. Rencananya, pembangunan gedung tersebut akan rampung dalam 18 bulan kalender kerja.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, kontrak baru tersebut merupakan pembangunan Medical Education and Research Center (MERC) UI. WIK ditunjuk langsung UI sebagai pemenang tender berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi yang dilakukan oleh UI.

Disebutkan, perseroan bangga bisa menjadi bagian dalam proyek pembangunan Medical Education Research Center yang kelak akan menjadi sentra riset pendidikan dan penelitian kedokteran bertaraf internasional. Gedung yang menjadi episentrum riset kedokteran UI ini tak lepas dari kerja sama antara Islamic Development Bank (IDB), Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dikti), serta Universitas Indonesia.

Sebagai informasi, MERC akan dibangun di belakang gedung ciri khas FKUI Salemba yang terdiri dari dua buah unit, yaitu Unit Pendidikan dan Unit Penelitian. Sebagai informasi, PT Wijaya Karya Tbk masih mengandalkan proyek-proyek infrastruktur pemerintah dalam meningkatkan pendapatan. Namun tahun ini, perseroan memproyeksikan realiasi kinerja keuangan tidak akan sampai 100%, sebagai imbas dari pemangkasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2014.

Sekretaris Perusahaan WIKA Suradipernah bilang, dampak dari kebijakan pemangkasan APBN 2014 membuat tertundanya proyek-proyek sejumlah BUMN sepanjang 2014,”Proyeksi kinerja WIKA hingga akhir tahun memperhitungkan adanya pemangkasan APBN tahun 2014 pada proyek infrastrukur pemerintah, tertundanya proyek-proyek BUMN sepanjang 2014, dan pertimbangan lainnya,”ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga memproyeksikan perolehan laba hanya mencapai 90% dari target yang ditentukan,”WIKA hingga akhir tahun memproyeksikan perolehan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga akhir tahun berada pada kisaran 80-90% dari target Rp 678,65 miliar,”jelasnya.

Artinya, hingga akhir tahun 2014 besarnya laba bersih yang akan dicatatkan maksimal hanya mencapai angka Rp 610,76 miliar. Hingga kuartal III tahun ini sendiri perusahaan baru mencatat laba sebesar Rp 400,71 miliar.Angka ini merujuk juga pada proyeksi pendapatan usaha hingga akhir tahun yang juga lebih rendah dari target yang ditetapkan awal tahun."WIKA memproyeksikan penjualan tidak termasuk kerja sama operasi sebesar 97% dari target 2014 sebesar Rp 14,09 triliun," kata dia.

Tahun 2015, WIKA menyiapkan anggaran belanja modal hingga Rp 800 miliar. Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk beberapa proyek konstruksi di pulau Jawa dan Kalimantan. Rencananya, anggaran belanja modal tersebut akan digunakan untuk pelayanan air bersih dan pembebasan lahan untuk membangun sebuah kawasan industri. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemenperin Akselerasi Laju Hilirisasi Riset Sektor Manufaktur

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan (litbangyasa) di dalam negeri, terutama guna menguatkan…

Indonesia Berhasil Raih Peluang Ekspor di Bordeaux - Perdagangan Internasional

NERACA Jakarta – Pengusaha Indonesia bersama dengan KBRI Paris berhasil meraih peluang ekspor ke pasar Prancis melalui kegiatan Forum Bisnis…

Kresna Siapkan Capex Rp 400 Miliar - Akuisisi 5 Perusahaan Digital

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis digital, mendorong PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) agresif untuk terus mengakuisisi perusahaan starup.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mobil88 Targetkan Penjualan Tumbuh 15%

Jelang musim mudik Lebaran, tren penjualan mobil bekas kembali meningkat. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak sebelum datangnya bulan Ramadan,…

Sritex Bagikan Total Dividen Rp 163,6 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)  atau Sritex memutuskan untuk…

Bidik Pasar Ekspor Ke Jepang - Trias Join Venture Perusahaan Jepang

NERACA Sidoarjo – Ditengah terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), perusahaan yang produksi packaging…