Jelang Tutup Tahun, IHSG Masih Menguat

Senin, 22/12/2014

NERACA

Jakarta- Belum adanya sinyal The Fed bakal menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, menjadi sentiment positif terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin. Kabar tersebut, langsung di manfaatkan investor untuk melanjutkan aksi beli dan menutup IHSG menguat 31,276 poin (0,61%) ke level 5.144,621. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 4,695 poin (0,53%) ke level 886,072.

Analis Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, keputusan The Federal Reserve (The Fed) untuk bersabar dalam menaikkan tingkat suku bunga di sambut positif pelaku pasar dan aksi beli langsung ramai sejak pembukaan perdagangan,”Sentimen aset berisiko kembali bergairah pasca pemberitaan terkait rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang belum mensinyalkan akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, situasi itu membuat laju bursa saham AS kembali bergerak di area positif dan berimbas pada laju IHSG,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan bahwa pelaku pasar kembali melakukan aksi beli selektif terhadap saham-saham yang dinilai cukup rendah harganya. Saham-saham kapitalisasi besar dan lapis dua kembali menjadi incaran pelaku pasar. Di sisi lain, fluktuasi rupiah yang cenderung kembali stabil turut mampu menopang IHSG BEI pada akhir pekan.

Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa pelaku pasar disarankan agar tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) menjelang liburan Hari Raya Natal dan kenaikan IHSG yang lumayan tinggi dalam dua hari terakhir ini,”Namun, masih rekomen untuk akumulasi saham 'big cap' maupun lapis dua karena ada tanda pasar mengarah positif secara jangka menengah," katanya.

Indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan bakal melanjutkan penguatan menjelang libur panjang akhir tahun. Pada perdagangan akhir pekan, transaksi investor asing di pasar reguler mencatat pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp miliar. Tapi di seluruh pasar tercatat jual bersih karena transaksi jual saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) senilai Rp 2,2 triliun.

Akibatnya transaksi di pasar negosiasi ini volume dan nilai transaksi perdagangan melonjak. Transaksi tutup sendiri (crossing) tersebut dilakukan oleh broker CLSA Indonesia (KZ). Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 256.579 kali dengan volume 13,859 miliar lembar saham senilai Rp 9,249 triliun. Sebanyak 178 saham naik, 131 turun, dan 81 saham stagnan.

Bursa-bursa regional akhirnya menutup perdagangan akhir pekan dengan kompak menguat. Momentum positif dari bursa global bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku pasar. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 775 ke Rp 24.450, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 15.700, Metropolitan (MKPI) naik Rp 400 ke Rp 14.400, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 400 ke Rp 6.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 59.450, Impack (IMPC) turun Rp 475 ke Rp 6.075, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 21.450, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 22.900.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 37,085 poin (0,73%) ke level 5.150,430. Indeks LQ45 dibuka melaju 8,336 poin (0,95%) ke level 889,713. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat. Sektor industri dasar dan konstruksi menguat paling tinggi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 137.898 kali dengan volume 4,522 miliar lembar saham senilai Rp 2,944 triliun. Sebanyak 199 saham naik, 76 turun, dan 78 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 725 ke Rp 24.400, Matahari (LPPF) naik Rp 375 ke Rp 14.650, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 350 ke Rp 12.350, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 15.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 60.050, Mayora (MYOR) turun Rp 550 ke Rp 21.350, Impack (IMPC) turun Rp 300 ke Rp 6.250, dan Siloam (SILO) turun Rp 250 ke Rp 14.000.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 28,36 poin atau 0,55% ke posisi 5.141,70 seiring dengan bursa saham di kawasan Asia, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 7,16 poin atau 0,81% ke posisi 888,54,”Bursa Asia, termasuk indeks BEI bergerak menguat pada sekitar 1-2% merespon penguatan bursa saham Amerika Serikat," kata Analis Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri.

Dirinya mengemukakan bahwa bursa saham AS Kamis kembali bergerak menguat cukup signfikan sebesar 2,5% masih merespon pernyataan bank sentral AS (The Fed) yang tidak akan terlalu terburu-buru menaikkan suku bunganya (Fed rate) kendati potensi pengetatan kebijakan tetap ada.

Hal senada juga disampaikan Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah, pelaku pasar sedikit berkurang kekhawatirannya setelah rupiah kembali stabil. Stabilitas rupiah tersebut, terbantu oleh oleh pernyataan Bank Sentral Amerika pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang mengisyarat menahan suku bunga di level rendah.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 305,08 poin (1,34%) ke 23.137,29, indeks Nikkei naik 306,46 poin (1,78%) ke 17.516,51, dan Straits Times menguat 32,35 poin (1,02%) ke posisi 3.276,69. (bani)