Gapuraprima Yakin Harga Saham Melonjak

Dampak Pertumbuhan Aset

Jumat, 19/12/2014

NERACA

Jakarta – Optimisme harga saham sektor properti bakal merangkak naik pada tahun depan, rupanya diamini oleh emiten sektor properti, PT Perdana Gapuraprima Tbk yang memperkirakan harga saham perseroan bakal melonjak pada 2015.

Direktur PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) Arief Ariyanto mengatakan, harga saham akan berada di kisaran Rp350 per lembar saham pada 2015,”Harga saham kita pada saat ini Rp300 lebih perlembar saham 2014 naik dari di bawah Rp200 per lembar saham, tahun depannya akan naik lagi," ujarnya di Jakarta, Kamis (18/12)

Dirinya menyakini, tahun depan saham sektor properti masih akan bergairah dan hal itu terlihat secara industri masih ada kebutuhan rumah hingga 15 juta unit. Apalagi, adanya kenaikan kelas menengah yang akan memburu properti bakal memamcu harga properti ikut naik,”Pengeluaran masyarakat kisaran US$2 hingga US$20 per hari. Investasi akan naik 15%, ekonomi tumbuh 5,8% dan kredit 18%. Itu semua akan jadi katalis properti,”ungkapnya.

Kata Arief Ariyanto, perseroan mengalami pertumbuhan asset selama 2012 hingga 2014. Tercatat pada September 2014, aset mencapai Rp1.477.189 triliun naik dari periode yang sama 2013 sebesar Rp1.426.963 triliun un audited. Bahkan bila merunut di tahun 2012 lalu, aset mencapai Rp1.310.251 triliun naik ke Rp1332.647 triliun pada 2013 audited.

Mengenai equitas, lanjut Arief, juga cukup kuat, tercermin pada September 2014 mencapai Rp826.694 miliar naik dari periode yang sama 2013 un audited sebesar Rp792.620 miliar. Kemudian laba September 2014 menjadi Rp35.472 miliar dan penjualan bersih Rp255.129 miliar,”Capain ini ini karena selama tahun ini ada tahun politik, pilkada,”tuturnya.

Belum lama ini, perseroan memulai proyek terpadu BTC City di Bekasi. Langkah ini dilakukan, karena Gapuraprima Group tengah mengebut proyek barunya di sisa tahun. Secara bersamaan, Gapuraprima Group melalui anak usahanya, PT Bina Usaha Nusantara (BUN), juga sudah meletakkan batu pertama apartemen Bailey's Lagoon di Ciputat, Tangerang Selatan. Melalui anak usaha yang lain, PT MASS, Gapuraprima Group juga meluncurkan menara apartemen ketiga sekaligus terakhir di Belmont Residence di Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Direktur Pemasaran Gapuraprima Group Amin Maulana pernah bilang, hingga saat ini Gapura prima sudah mengantongi target pendapatan Rp 1,5 triliun. Sebanyak Rp 600 miliar di antaranya berasal dari Perdana Gapuraprima. "Tahun depan kami menargetkan pertumbuhan pendapatan 20% ," ujarnya.

Sebagai informasi, PT Perdana Gapuraprima Tbk merencanakan akuisisi tiga hotel guna meningkatkan pendapatan berulang atai recurring income di kisaran 20%. Disebutkan, perseroan optimis dapat mengakuisisi tiga hotel yang berada di Pondok Indah, Cawang dan Bali. Perseroan saat ini, baru memiliki empat hotel dan dengan penambahan tiga hotel hasil akuisisi berarti menjadi tujuh. (bani)