Upaya Banten Kenalkan Induatri Wisata dan Budaya

Calendar of Event 2015

Sabtu, 20/12/2014

Calendar of Event 2015 baru saja diluncurkan Pemerintah Provinsi Banten sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan kebudayaan dan kepariwisataan. Beragam acara pariwisata yang dilaksanakan tahun depan antara lain seperti Festival Film Indonesia, Seba Baduy, Banten Beach Festival, Gebyar Wisata Banten, Ci Sungsang, Festival Cisadane, Festival Panjang Mulud, Festival Kuliner, Lomba Foto Pariwisata dan Offroad Adventure.

Sementara itu, Rano Karno selaku Gubernur Banten mengatakan bahwa Banten memiliki lokasi yang sangat strategis. Dekat dengan Ibukota serta sebagai pintu gerbang arus lalu lintas Pulau Jawa dan Sumatera. Peluang ini sangat besar untuk meraup pasar potensial.

"Mengkolaborasikan keragaman potensi serta mengemas berbagai event unggulan merupakan strategi promosi inovatif yang akan menciptakan peluang-peluang pengembangan, serta mendorong kreativitas budaya di masyarakat," tambah Rano Karno.

Data yang tercatat dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) menunjukkan bahwa dari 526 obyek, baru sekira 10 persen yang telah dikembangkan. BPS dalam Neraca Satelit Pariwisata Daerah 2012 mencatat ada sekira 7 juta wisatawan domestik serta 20 ribu wisatawan mancanegara yang berwisata di Banten.

Cukup berkendara sekira 2 jam dari Jakarta, kita sudah bisa memasuki Provinsi Banten yang menjadi pintu gerbang bermacam obyek wisata seperti Pantai Anyer, Pantai Carita, Tanjung Pasir, Sawarna, Pulau Panaitan, Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Krakatau, Air Terjun Cihear, masyarakat tradisional Baduy, Pulau Umang dan masih banyak lagi.

Lanjut Rano Karno, Banten terkenal akan obyek wisataadventure. Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang merupakan satu-satunya dan habitat terakhir badak jawa terdapat di sini. Banyak orang yang ingin memasuki kawasan TNUK untuk melihat langsung badak jawa tapi tak semuanya beruntung.

"Dalam satu tahun, kami hanya menerima sekitar 8 orang yang ingin masuk TNUK. Sekarang daftarwaiting listsudah penuh sampai tahun 2019," jelas Rano Karno.

Obyek wisata lain, Tanjung Lesung, telah masuk ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikembangkan oleh Jababeka. Saat ini Tanjung Lesung telah memiliki sejumlah penginapan bertaraf internasional seperti 44 unit villa istimewa dengan fasilitasprivate pool serta 61 unit villa di Tanjung Lesung Beach Hotel, the Blue Fish, the Sailing Club, dan Green Coral Exclusive Camping.

Banyak hal yang dapat dilakukan selama berada di Tanjung Lesung, khususnya bagi para pecinta olahraga air. Snorkeling, diving, banana boat,hinggasailingdapat dilakukan di fasilitas The Beach Club. Tanjung Lesung direncanakan akan memiliki fasilitas pendukung lain yang memenuhi preferensi gaya hidup wisatawan, seperti lapangan golf, marina untuk kapal pesiar, dantheme park.