Mudik Dan Dana Segar Pahlawan Devisa

Kedatangan TKI merayakan 1 Syawal 1432 H bukan tangan hampa. Miliaran dolar mengalir deras dalam beberapa pekan. Suntikan dana segar yang mengusik keheningan desa.

NERACA. Ditengah issue moratorium atau penghentian sementara penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) disektor Penata Laksana Rumah Tangga dengan Pemerintah Arab Saudi sejak 1 Agustus 2011, nyatanya tidak membendung jumlah remitansi (pengiriman uang) asal TKI di luar negeri ke tanah air.

Deputi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat dari Januari hingga Juni 2011, angka remitansi TKI sebesar US$ 3.340.908.140.22 atau Rp 28,5 triliun lebih, sementara data selama 2010 berjumlah US$ 6.734.931.811.24 atau Rp 60,76 triliun lebih.

Lisna Yoeliani Poeloengan, Deputi Perlindungan BNP2TKI di Jakarta, mengungkapkan bahwa data remitansi TKI yang tercatat di BNP2TKI bersumber dari perhitungan Bank Indonesia melalui transaksi antar bank.

“Di luar catatan Bank Indonesia tentu angkanya jauh lebih banyak, karena TKI juga mengirim uangnya ke kampung halaman lewat perantara diluar jasa perbankan, termasuk yang dititipkan ke sesama TKI serta jasa kurir peorangan,” ungkap Lisna pada sejumlah media. Ia memperkirakan total remitansi TKI per tahun ke Indonesia mencapai Rp 100 Triliun lebih, baik melalui perbankan ataupun tidak.

Dikatakan, dari jumlah lebih US$ 3,3 miliar yang masuk dari kawasan Asia Pasifik sebanyak US$ 1.9 miliar. Sedangkan kiriman TKI terbesar datang dari Malaysia yang mencapai US$ 1.1 miliar, sisanya berasal kiriman TKI Taiwan US$ 239 juta, Hongkong US$ 228 juta, US$ Singapura 128 juta, Jepang US$ 76 juta, Korea Selatan US$ 42 juta, Brunei US$ 29 juta, US$ Macao 21 juta, dan sejumlah negara lainnya yang mencapai US$ 1 juta.

Sedangkan dari kawasan Timur Tengah, Eropa, dan Afrika, total mencapai US$ 1.36 miliar. Masing-masing dikiriman dari TKI Arab Saudi US$ 1.1 miliar, Uni Emirat Arab US$ 102 juta, Yordania/Siria US$ 47 juta, Qatar US$ 24 juta, Kuwait US$ 20 juta, Oman US$ 15 juta, Cyprus US$ 6 juta, Sudan US$ 237 ribu, Mesir US$ 45 ribu, dan beberapa negara kecil dalam penempatan TKI di Afrika sejumlah US$ 1.475 ribu.

Geliat Ekonomi Desa

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah yang cukup besar penyedia jasa tenaga kerja ke luar negeri. Dalam empat bulan pertama tahun 2011, NTB telah mengirim 15.000 TKI ke sejumlah negara dengan Negara tujuan Malaysia dan sejumlah negeri Timur Tengah lainnya.

Pengiriman jasa tenaga kerja, dilakukan hampir seluruh kabupaten/kota di NTB. Seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Mataram, Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Dompu. Tak pelak, bila disejumlah wilayah NTB tak banyak ditemukan kaum perempuan karena bekerja diluar negeri.

Sebuah contoh Desa Gelogor Kecamatan Kediri Lombok Barat. Desa seluas 168.162 Ha, berpenduduk 6.194 jiwa dari 2.017 kepala keluarga, sejak lama mengandalkan bekerja sebagai TKI selain bertani dan berdagang sebagai sumber mata pencaharian warga desa.

Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Gelogor, Marwan mengatakan, bahwa jumlah warga yang menjadi TKI cenderung stabil dari tahun ke tahun. Keberadaan TKI disadari telah meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat, "Coba lihat rumah-rumah yang baru dibangun, cenderung besar dan mewah. Semua itu rata-rata dari hasil para TKI," ujar Marawan.

Dari 6.000 jiwa, kata Marawan, sebanyak 600 lebih pria maupun wanita, memilih bekerja sebagai TKI di Malaysia dan Timur Tengah. “Banyak dari mereka yang mampu menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Ada juga yang berhasil membangun bisnis perdagangan yang berkelanjutan sehingga mereka tidak selalu menjadi TKI. Hampir 75% mereka berhasil,” ungkapnya.

Begitupun dengan Desa Sukaurip Kecamatan Balongan Indramayu Jawa Barat. Sederet rumah-rumah permanen berlantai keramik tampak asri. Salah seorang warga desa menuturkan, bahwa perubahan desanya mulai dirasakan dalam 10 tahun terakhir karena banyak penduduk (khususnya perempuan) yang bekerja sebagai TKI diluar negeri.

Konon dalam tiga tahun terakhir (2007-2010), warga Desa Sukaurip sudah 28 ribu orang yang mengais rejeki di luar negeri. Suasana serupa tampak pula di Desa Majasih, Majasari, Tugu, Sudimampir Kecamatan Sliyeg, Indramayu.

Dana Segar BI

Bukan hanya miliaran dollar uang yang mengalir ke tanah air, kebutuhan rupiah segar bagi masyarakat pun tak terbendung. Sepanjang liburan panjang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, peredaran uang dimasyarakat meningkat 88,5%. Bahkan uang tambahan yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk kebutuhan bulan Puasa dan Lebaran sampai Rabu (24/8) lalu, mencapai Rp 54,3 triliun dengan total sebanyak Rp 367 triliun.

Deputi Direktur Direktorat Pengedaran Uang Bank Indonesia (BI) Adnan Djuanda mengungkapkan, tambahan tersebut telah meningkatkan jumlah uang beredar di masyarakat mencapai Rp 367 triliun, “Khusus perayaan hari raya, BI sudah menambah hingga Rp 54,3 triliun. Realisasi tahun lalu sebesar Rp 54,78 triliun. Ini cermin adanya peningkatan perekonomian ekonomi," ungkapnya pada sejumlah media.

Di Yogyakarta, penukaran uang tunai oleh masyarakat dan perbankan untuk memenuhi kebutuhan selama hari raya mencapai Rp 2,1 triliun. Jumlah itu naik dibandingkan dengan tahun lalu Rp 1,6 triliun.

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) BI Yogyakarta Djoko Raharto, menuturkan bahwa penukaran uang tunai tersebut, berdasarkan data pada 1 sampai 26 Agustus 2011. "Besarnya nilai penukaran uang tunai disebabkan tingginya kebutuhan uang kartal dari masyarakat, dan keterlibatan bank umum dalam memberikan layanan serupa," ujarnya.

Djoko menjelaskan bila penukaran uang tunai langsung di bank sentral pada masa Lebaran 2011 mencapai Rp 77,4 miliar, atau turun dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 96 miliar. "Uang pecahan yang banyak diminati masyarakat sehingga mendominasi penukaran uang tunai adalah Rp 2000, Rp 5000, Rp 10000, dan pecahan Rp 20000," jelas Djoko, kenyataan yang hampir sama dengan tahun lalu.

"Pada 2010 kami mengeluarkan uang pecahan emisi baru Rp 2000, yang banyak diminati masyarakat. Namun, tahun ini kami tidak mengeluarkan uang pecahan emisi baru," terang Djoko

Antisipasi Datang dan Pergi

Kelancaran pelayanan terhadap puluhan ribu TKI mudik lebaran tahun ini, dikarenakan kesigapan petugas yang memiliki komitmen terbaik untuk melayani TKI. BNP2TKI sudah memiliki sembilan kantor pelayanan pendataan kedatangan TKI di Pelbagai debarkasi, antara lain di Nunukan (Kaltim), Tanjungpinang (Kepulauan Riau), Entikong (Kalimantan Barat), Gedung Pendataan Kepulangan (GPK) TKI Selapajang (Tangerang, Banten), Bandara Adi Soemarmo (Solo, Jateng), Bandara Husein Sastranegara (Bandung, Jabar), Bandara Adi Sutjipto (Yogyakarta), Bandara Juanda (Surabaya), dan Bandara Selaparang (Mataram, NTB).

Selain itu pelabuhan yang banyak digunakan TKI untuk pulang seperti Pelabuhan Dumai (Riau), Pelabuhan Tanjung Balai Karimun (Keppri), Pelabuhan Belawan (Sumut), dan beberapa pelabuhan lain, sudah siap melayani kedatangan dan kepergian para TKI menuju negara asal mereka bekerja.

Kepala Pusat Penelitian dan Informasi (Puslitfo) BNP2TKI Benyamin Suprayogo menjelaskan, bahwa para TKI yang mudik lebaran membawa atau mengirim uang untuk keluarga mereka dengan jumlah seluruhnya sekitar Rp 800 miliar. "Ada yang mengirim ke keluarganya lewat perbankan, membawa sendiri, menitipkan kepada temannya, atau melalui jasa kurir perorangan," ujarnya.

Bersumber dari catatan Bank Indonesia, pengiriman uang para TKI dari luar negeri per semester I 2011 hingga Juni lalu sebesar US$ 3.340.908.140,22 miliar atau lebih dari Rp 28,5 triliun (dengan kurs 1 dolar AS = Rp 8.500).

Menanggapi data BI, jumhur menjelaskan bahwa di luar catatan Bank Indonesia tentu angkanya jauh lebih banyak, karena tak sedikit TKI mengirim uangnya ke kampung halaman lewat perantara di luar jasa perbankan. ”Untuk total remitansi TKI yang masuk ke Indonesia dalam setahun dapat melebihi angka Rp 100 triliun,” ungkap Jumhur.

Related posts