Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa, Waspadai Urologi Anak

Sabtu, 20/12/2014

Penyakit urologi menjadi momok yang sangat menakutkan pada pasangang suami istri (Patsutri), ini dikarenakan bisa menghambat ke hamilan pada pasutri. Namun bukan hanya pada pasangan suami istri saja teryata penyakit ini bisa terjadi pada anak-anak.

NERACA

Kelainan urologi pada anak umum dijumpai dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kelainan bawaan (kelainan yang terjadi selama kehamilan), gangguan berkemih dan mengompol (inkontinensia), infeksi dan batu saluran kemih, trauma, dan tumor.

“Kelainan bawaan urologi termasuk kelainan bawaan yang sering dijumpai. Pada saluran kemih, kelainan terbanyak berupa hidronefrosis (pelebaran saluran piala ginjal) dan kista ginjal. Gejala klinis yang dijumpai bisa berupa gejala-gejala infeksi saluran kemih (gangguan berkemih, demam, berat badan yang tidak bertambah) dan pembesaran perut (akibat pembesaran ginjal),” cetus Dr. Ponco Birowo, time dokter urologi RS Bunda Jakarta.

Menurut Dr. Ponco, kelainan alat kelamin anak laki-laki sangat bervariasi, mulai dari ukuran penis yang kecil (mikropenis), penis yang tidak muncul (umumnya karena tertutup lapisan lemak di bagian bawah perut), lubang kencing yang tidak normal, bisa terletak di bagian bawah (hipospadia) atau di bagian atas penis (epispadia), buah zakar (testis) yang tidak turun; adanya benjolan pada kantung kemaluan (bisa suatu hernia bila isinya usus ataupun hidrokel bila isinya cairan).

Keluhan gangguan berkemih dan mengompol pada anak dapat terjadi hanya pada malam hari maupun juga pada siang hari. Penyebab gangguan ini bisa disebabkan oleh kelainan anatomi, kelainan persarafan maupun kelainan fungsional.

“Batu saluran kemih pada anak dapat pula dijumpai. Penyebabnya bisa diakibatkan oleh kelainan kelainan metabolisme, kelainan anatomi saluran kemih ataupun infeksi,” pungkasnya.

Dr. Ponco mengatakan, evaluasi penyebab batu pada anak penting untuk pencegahan pembentukan kembali batu di kemudian hari. Tumor urologi pada anak dapat berupa massa pada ginjal, buah zakar (testis), dan kandung kemih.

Untuk diagnostik dan penatalaksanaan berbagai kelainan tersebut, kami mempunyai berbagai prasarana penunjang untuk pemeriksaan laboratorium, ultrasonografi, uroflowmetri, dan urodinamik serta peralatan operasi endoskopi dan laparoskopi anak yang ditangani oleh tim yang meliputi ahli urologi anak, dokter spesialis anak yang mendalami nefrologi, dan dokter rehabilitasi medik.

Rekonstruksi Urologi

Rekonstruksi di bidang urologi bertujuan untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi akibat kerusakan, kehilangan, atau kecacatan (termasuk tidak

terbentuknya organ tersebut akibat kelainan bawaan) pada saluran kemih serta alat kelamin pria.

Rekonstruksi uretra (saluran kemih terluar) merupakan tindakan yang tersering, dilakukan pada kasus striktur uretra (penyempitan saluran kemih) ataupun akibat kelainan bawaan (hipospadia). Selain itu rekontruksi pada kelamin laki-laki juga dapat dilakukan pada kelainan penis yang tidak lurus (kurvatura penis/ penyakit Peyronie), dan rekostruksi penis akibat komplikasi pasca penyuntikan silikon atau zat asing lain.

Rekonstruksi saluran kemih antara lain untuk operasi pembuatan kandung kemih baru atau penambahan kapasitas kandung kemih setelah pasien menjalani operasi penangkatan tumor kandung kemih, kandung kemih berkapasitas kecil pada kasus kelainan saraf ataupun kandung kemih yang tidak terbentuk akibat kelainan bawaan seperti kasus ekstrofi buli-buli.

Selain itu rekonstruksi juga dapat dilakukan pada kasus kerusakan ureter (saluran kemih yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih) akibat trauma ataupun akibat penyinaran.