Saham Indopoly Dalam Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini transaksi perdagangan harga saham PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (15/12).

Kadiv Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy mengatakan bahwa sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham IPOL tersebut maka saat ini pihak BEI sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini."Para investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan, dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan yang belum mendapatkan RUPS," katanya.

Lebih lanjut, Irvan menuturkan pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjuk adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Tercatat, pada perdagangan Senin awal pekan, harga saham IPOL dibuka pada level Rp 895 per saham. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (12/12) harga saham IPOL juga berada pada level Rp 895 per saham. Namun, pada sesi II perdagangan saham perseroan turun 30 poin atau 3% menjadi Rp 865 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Modernland Realty Raih The 11th IICD GCG Award 2019

PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) berhasil meraih penghargaan dalam acara The 11th IICD Corporate Governance Conference & Award 2019 yang…

PTPP Beri Pinjaman PP Urban Rp 56 Miliar

Dukung pengembangan bisnis anak usahanya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) memberikan fasilitas pinjaman kepada anak usahanya PP Urban sebesar…

Apro Financial Co Ltd Serap Rights Issue DNAR

Perkuat likuiditas dalam menunjang pengembangan bisnis, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…