Sarana Meditama Ngutang US$ 37 Juta - Danai Belanja Modal

NERACA

Jakarta –Emiten pengelola jaringan rumah sakit Omni, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), memperoleh fasilitas pinjaman senilai US$ 37 juta atau setara Rp 461 miliar. Fasilitas tersebut diperoleh dari PT Bank QNB Indonesia Tbk dan Qatar National Bank SAQ Cabang Singapura.

Dalam siaran persnya di Jakarta kemarin, disebutkan, kesepakatan pinjaman telah diteken pada 10 Desember 2014. Sesuai rencana, dana akan digunakan untuk belanja modal, operasional, dan kebutuhan lainnya. Fasilitas ini memiliki jangka waktu maksimal tujuh tahun setelah tanggal penarikan pertama.

Pada 2014, Sarana Meditama menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 100 hingga Rp 140 miliar. Dana capex dialokasikan untuk membeli sejumlah peralatan medis kedokteran, pembangunan pusat kemoterapi, dan peremajaan gedung milik perseroan."Porsinya, sebesar 40% untuk medical equipment, dan sisanya untuk peremajaan dan pembangunan kemoterapi," kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Sarana Meditama Hassan Themas.

Hingga kuartal III-2014, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 299,9 miliar atau naik 21,3 persen dibandingkan periode sama 2013 senilai Rp 247,1 miliar.Sementara itu, laba bersih selama kuartal III-2014 tercatat sebesar Rp 41,89 miliar atau naik 37% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 30,5 miliar.

Sementara laba sebelum pajak naik menjadi Rp 48,56 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp 38,57 miliar. Adapun jumlah aset per September 2014 mencapai Rp 456,69 miliar, naik dari jumlah aset per Desember 2013 yang sebesar Rp377,65 miliar.

Sebanyak 47% dari total pendapatan berasal dari anak usahanya, PT Sarana Meditama International, pemilik dan pengelola Rumah Sakit Omni Alam Sutera. Sebagai catatan, saat ini perseroan memiliki dan mengelola dua rumah sakit bermerek Omni di wilayah Tangerang dan Pulomas. Masing-masing rumah sakit memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 232 dan 168 unit. Tingkat okupansi Omni Alam Sutera sebanyak 119 tempat tidur dari 232 unit, sedangkan Omni Pulomas sekitar 145 unit dari total 168 unit.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20%. Hasan Themas pernah bilang, mulai tingginya tingkat okupansi di dua rumah sakit yang dimiliki perseroan menjadi salah satu alasan meningkatkan target pendapatannya pada tahun ini,”Target pendapatan full year naik 20%, hal ini terlihat dari pendapatan di kuartal I/2014 yang meningkat 22%, untuk margin sepanjang tahun ini kita targetkan naik 23-24%,”ujarnya.

Maka dengan target pertumbuhan 20%, kata Hasan, perseroan membidik pendapatan sebesar

Rp403,81 miliar. Akhir tahun lalu perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 24,4% atau menjadi sekitar Rp336,51 miliar dari Rp270,47 miliar ditahun 2012 silam. Sedangkan laba bersih sebesar Rp46,65 miliar atau meningkat 100,5% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang berada diangka Rp23,37 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

CPRO Incar Penjualan Ekspor US$ 100 Juta

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir tahun 2018, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) menargetkan penjualan ekspor udang olahan mencapai…

Menaker Klaim Fasilitasi Penempatan Kerja 8 Juta Orang

    NERACA   Bekasi - Kementerian Ketenagakerjaan mengklaim telah memfasilitasi penempatan kerja kepada delapan juta lebih angkatan kerja dalam…

Saham PANI Oversubscribed 14 Kali - Debut Perdana di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…