Siantar Top Anggarkan Capex Rp 367 Miliar

NERACA

Surabaya – Produsen makanan, PT Siantar Top Tbk mengalokasikan belanja modal tahun 2015 sebesar Rp367 miliar. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis seiring besarnya permintaan masyarakat terhadap produk makanan,”Dana tersebut kami peroleh dari anggaran internal sisa proyek tahun lalu dan pinjaman bank," kata Komisaris Utama PT Siantar Top Tbk, Osbert Kosasih, di Surabaya, kemarin.

Menurut dia, besaran anggaran untuk pengembangan perusahaan juga disalurkan guna membiayai kegiatan produksi baru. Seperti biskuit, sereal, krupuk, coklat, dan kopi. Pihaknya optimistis dengan investasi tersebut, maka perusahaan berbagai produk makanan itu mampu meningkatkan penjualan 30% tahun depan.

Selain itu, perseroan juga menargetkan produksi tumbuh 30% hingga 35%. Disamping itu, lanjutnya, perseroan optimis penjualan tahun ini akan tumbuh. Dimana keyakinan tersebut, jelas dia, dikarenakan selama ini perusahaan tidak terpengaruh dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Di samping itu pihaknya juga belum memikirkan untuk merevisi kenaikan harga bahan produksi perusahaan,”Meski begitu, kami terus mengadakan efisiensi kebutuhan secara baik. Upaya itu disebabkan kenaikan BBM atau kenaikan upah buruh belum menjadi beban yang berat bagi kami,”ungkapnya.

Oleh sebab itu, tambah dia, pertumbuhan bisnis perusahaan tersebut ditargetkan mampu mencatatkan kenaikan hingga 30%. Hal itu juga ditunjang akan ada berbagai produksi baru yang siap dikenalkan pada tahun 2015. Pasalnya, ada beberapa produk yang sudah siap di luncurkan dan lainnya percobaan.

Sementara Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Pitoyo menambahkan, produksi baru yang akan diluncurkannya telah siap membidik pasar makanan di Tanah Air. Apalagi produk yang dihasilkannya memiliki kualitas yang sangat bagus,”Kami selalu mengedepankan kualitas sehingga pasar pasti menerima produk yang didistribusikan," katanya.

Mengenai penjualan produk, sebut dia, komposisi penjualan tahun 2015 tidak jauh berbeda dengan saat ini. Pada tahun 2014 komposisi penjualan didominasi beberapa daerah di antaranya Sidoarjo 56%, Bekasi 28%, Medan 15%, dan Makassar satu persen. Melalui peredaran barang itu, kinerja perusahaan mengalami pertumbuhan sangat baik.

Tercatat penjualan bersih perseroan tahun 2013 hingga September sebesar Rp1,2 triliun. Kemudian tahun ini pada priode yang sama sebesar Rp1,5 triliun. Jumlah aset yang dimiliki perusahaan juga mengalami peningkatan dari Rp1,3 triliun tahun 2013 menjadi Rp1,6 triliun tahun 2014.

Di sisi lain, lanjut dia, laba usaha perusahaan itu tercatat sebesar Rp155 miliar. Penjualan mengalami peningkatan 26% dibandingkan tahun 2013. Walau tren bisnis perusahaan tersebut mengalami prospek positif pihaknya mencatat ada aset yang tidak lancar sebesar Rp854 miliar,”Angka itu lebih banyak daripada tahun 2013 sebesar Rp754 miliar. Dengan kondisi ini, perusahaan akan melakukan inovasi produk dan berinovasi untuk menjadi yang terbaik," katanya. (ant/bani)

Related posts