Waskita Kini Pemilik Konsesi Tol Becakayu - Pasca Akuisisi Saham KKDM

NERACA

Jakarta – Ekspansi bisnis PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tidak hanya menggarap bisnis properti dan beton, namun keseriusan perseroan juga dibuktikan dengan menggarap bisnis jalan tol. Langkah ini dilakukan Waskita Karya dengan mengambilalih saham PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) sebagai pemegang konsesi tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) melalui perusahaan terkendali perseroan, PT Waskita Tol Road.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin dijelaskan, perusahaan di bidang jalan tol tersebut mengambil alih saham KKDM dari PT Tirtobumi Prakarsatama (Tirto) pemilik 298.895.932 saham atau 39,7%; PT Citra Mandiri Sukses Sejati (Citra) pemilik 222.793.917 saham atau 29,89%; PT Indadi Utama (Indadi) pemilik 108.913.876 saham atau 14,61%; dan PT Remaja Bangun Kencana (Remaja) pemilik 110.096.707 saham atau 14,77%.

Adapun harga pengambilalihan saham dari empat perusahaan teresebut mencapai Rp240 miliar. Dengan selesainya transaksi tersebut, PT Waskita Tol Road memiliki 60% saham di KKDM. Berdasarkan akta pengambialihan disebutkan bahwa setiap saat sejak akta pengambialihan sampai dengan jangka waktu enam bulan setelah tanggal surat penetapan pengoperasian jal tol seluruh seksi Tahap I selesai dibangun paling lama 36 bulan, keempat perusahaan tersebut memiliki hak untuk dapat membeli kembali (buyback) saham yang telah dijualnya.

Keempat perusahaan diberikan pilihan untuk buyback. Pertama, pilihan membeli dengan harga Rp449 miliar. Namun jika opsi pertama dilakukan sebelum 36 bulan, maka keempat perusahaan sepakat membayar nilai transaksi yang telah disepakati berdasarkan akta pengambilalihan.

Transaksi ini bukan termasuk transaksi material karena harga pembelian Rp240 miliar adalah setara 10,23% dari ekuitas perseroan sebesar 2,35 triliun berdasarkan laporan keuangan semester I/2014. Harga pembelian tidak melebihi 20% dari ekuitas perseroan.

Sementara harga penjualan kembali yang dilakukan paling lama pada bulan ke-42 sejak tanggal akta pengambilalihan sebesar Rp449 miliar adalah setara 19,13% dari ekuitas perseroan per semester I, sehingga juga tidak melebihi 20% dari ekuitas perusahaan.

Sebagai informasi, belum lama ini perseroan tengah menjajaki pinjaman hingga Rp 3 triliun. Belum lama ini, perseroan juga menyuntik modal ke anak usahanya, PT Waskita Beton Precast senilai total Rp 592,5 miliar. Penyertaan itu akan diberikan dalam bentuk aset sebanyak Rp 238,7 miliar dan setoran tunai senilai Rp 353,8 miliar.

Manajemen Waskita mengungkapkan, perseroan mengambil sebanyak 592.000 saham atau setara 99,9% modal ditempatkan dan disetor Waskita Beton. Dengan begitu, modal ditempatkan dalam Waskita Beton meningkat dari Rp 25 miliar menjadi Rp 617,5 miliar. Maka dengan begitu, memberikan nilai tambah atau adanya added value yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…