BUVA Beri Pinjaman DMS Rp 4,8 Miliar

Kamis, 11/12/2014

Perusahaan properti, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) memberikan fasilitas pinjaman secara bertahap kepada PT Dialog Mitra Sukses (DMS) sebesar Rp4,8 miliar, “Fasilitas pinjaman ini diharapkan dapat membantu pengembangan kegiatan perusahaan yang pada akhirnya memberikan dampak dan kontribusi positif bagi perseroan," kata Direktur PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, Hendry Utomo dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (10/12).

Disebutkan, kedua perusahaan telah melakukan penandatangan perjanjian utang piutang yang mengatur pemberian fasilitas pinjaman pada 10 November 2014. Dirinya menjelaskan, transaksi ini merupakan transaksi peningkatan penyertaan perseroan dalam DMS. Transaksi ini juga diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha utama perseroan berdasarkan anggaran dasar,”Ini merupakan peningkatan modal selanjutnya dari perseroan kepada DMS, di mana perseroan pada 8 Desember lalu juga telah menyuntik dana ke DMS," imbuhnya.

Adapun besaran modal yang diberikan persreoan kepada DMS pada saat itu senilai Rp5,448 miliar, sehingga total penyertaan perseroan ke DMS hingga kini menjadi Rp20,636 miliar. Selain itu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk akan menerbitkan saham tambahan melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement sebanyak 172 juta lembar saham.

Kata Hendry, nilai nominal saham Rp100 per saham dan harga pelaksanaan saham tersebut senilai Rp582 per saham. Dengan demikian, total dana segar yang diperoleh perusahaan jasa akomodasi dan perhotelan tersebut mencapai Rp100,1 miliar,”Dana tersebut akan digunakan pembelian lahan dan pengembangan usaha di daerha Ubud dan atau Uluwatu serta modal kerja perseroan,”ungkapnya.

Dengan terealisasinya aksi korporasi ini, maka jumlah saham yang ditempatkan setelah private placement mencapai 3.268.031.500 saham dari sebelumnya 3.096.031.500 lembar saham. Sedianya, private placement akan dilaksananakan pada 24 Desember, penyerahan saham hasil private placement dan pencatat saham tambahan di BEI pada 29 Desember 2014. (bani)