Belanja Modal Agung Podomoro Tumbuh 20%

Selasa, 09/12/2014

NERACA

Jakarta – Perusahaan properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menganggarkan belanja modal tahun depan sebesar Rp 6 triliun atau tumbuh 20% dibandingkan belanja modal atau capital expenditure( capex) tahun ini Rp 5 triliun.

Wakil Presiden Direktur Agung Podomoro Land, Indra Wijaya mengatakan, dana capex akan digunakan untuk mengembangkan proyek baru properti meliputi pengembangan SOHO Pancoran dan SOHO Pluit. Selain itu, pihaknya juga berharap dapat mulai mengembangkan megaproyek reklamasi Pluit City,”Kami berharap pemerintah bisa segera mengeluarkan izin untuk proyek Pluit City. Kami sudah siap dengan kontraktornya, dan berharap bisa segera melakukan pembangunan,”ujarnya di Bali akhir pekan kemarin.

Disebutkan, Pluit City dikembangkan seluas 160 hektare (ha) yang terbagi dalam lima tahap pembangunan. Di dalamnya mencakup ruko dan villa sebanyak 1.200 unit, 15.000 unit apartemen dalam 20 menara, perkantoran, hotel, perumahan, pusat belanja, taman (central park) seluas delapan ha, outdoor dan indoor plaza seluas 6 ha. Tahap pertama seluas 30 ha akan dibangun untuk ruko, dan villa, serta taman.

Proyek senilai Rp 55 triliun ini merupakan bagian dari pengembangan 17 pulau buatan. Selain PT Muara Wisesa Samudra, pengembang lainnya yang mendapat konsesi pengembangan lahan baru ini adalah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang menggarap satu pulau, PT Manggala Krida Yudha satu pulau, PT Pembangunan Jaya Ancol empat pulau, PT Jakarta Propertindo dua pulau, PT Jaladri Kartika Ekapaksi satu pulau, dan PT Kapuk Naga Indah lima pulau.

Sementara itu, proyek SOHO Pancoran dibangun di atas lahan seluas 7.795 meter persegi. Kawasan ini akan memiliki dua menara North Wing dan South Wing. North Wing Tower akan memiliki sebanyak 20 lantai dengan 12 unit SOHO di setiap lantai, sedangkan South Wing Tower memiliki ketinggian 30 lantai dengan 14 unit di setiap lantai.

Terkait pembiayaan capex, kata Indra, pihaknya akan mengandalkan kombinasi dana internal dan eksternal. Adapun pendanaan eksternal akan diperoleh melalui emisi obligasi berkelanjutan. “Sebelumnya, kami sudah menerbitkan obligasi senilai total Rp 2,5 triliun,” kata Indra.

Sesuai rencana, perseroan akan menggelar lagi penawaran umum berkelanjutan (PUB) tahap III senilai Rp 550 miliar. Obligasi ini berjangka waktu lima tahun dengan tingkat kupon 12,5 persen per tahun. Agung Podomoro akan menyerap hasil penerbitan PUB tahap III untuk pengembangan usaha di bidang properti di Jakarta, Bandung, Bali, dan Balikpapan, melalui perseroan maupun entitas anak.

Pengembangan usaha tersebut adalah akuisisi lahan atau perusahaan yang memiliki proyek properti. Dalam aksi tersebut, PT CIMB Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities akan menjadi penjamin emisi obligasi, sementara, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan menjadi wali amanat. Masa penawaran obligasi berlangsung pada 12-16 Desember 2014.

Lebih jauh, Indra menambahkan, pihaknya menargetkan penjualan atau marketing sales sebesar Rp 6,5 triliun pada 2015, tumbuh 8,3% dibandingkan target realisasi tahun ini sebesar Rp 6 triliun. Dia mengungkapkan, perkiraan ini tanpa memperhitungkan proyek baru reklamasi Pluit. “Jika tanpa proyek baru, marketing sales kita akan tetap tumbuh,” kata dia. (bani)