Peringkat Mayora Dipangkas Jadi Negatif

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi prospek peringkat PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dari stabil menjadi negatif. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (8/12).

Kata analis Pefindo, Martin Pandiangan, revisi peringkat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi melemahnya rasio struktur permodalan dan proteksi arus kas perusahaan dari proyeksi akibat melemahnya marjin profitabilitas,”Hal itu juga dibarengi dengan utang yang lebih besar dari yang diproyeksikan,”ujarnya.

Adapun marjin profitabilitas perseroan yang disajikan dengan marjin laba kotor turun menjadi 16,5% pada akhir kuartal III tahun ini dari tahun lalu sebesar 24,3% karena meningkatnya biaya bahan baku dan pembungkus.

Penggunaan biaya bahan baku dan pembungkus, yang mewakili 84% dari biaya pokok penjualan meningkat 40,8% pada sembilan bulan pertama tahun ini dibanding tahun sebelumnya, sehingga mendorong meningkatnya kebutuhan modal kerja yang berasal dari pinjaman.

Dia menuturkan, peringkat tersebut dapat direvisi menjadi stabil jika perusahaan dapat memperbaiki marjin profitabilitas secara berkelanjutan, didukung peningkatan profil keuangan. Sementara peringkat MYOR dan Obligasi IV/2012, dan Sukuk Mudharabah II/2012 dipertahankan pada idAA- dan idAA-(sy). Menurut Martin. Peringkat itu juga dapat diturunkan jika marjin profitabilitas tidak membaik dalam waktu dekat. "Peringkat juga bisa berada di bawah tekanan jika perusahaan menambah utang secara signifikan," imbuh dia.

Peringkat yang diberikan mencerminkan posisi perusahaan yang kuat di pasar makanan dalam kemasan di Indonesia, produk yang terdiserfikasi dengan kontribusi yang meningkat di pasar ekspor, dan perlindungan arus kas yang kuat. Kendati demikian, peringkat produsen usaha makanan dalam kemasan di Tanah Air ini dibatasi risiko fluktuasi biaya bahan baku dan kompetisi yang ketat pada industri.(bani)

BERITA TERKAIT

Sentimen Negatif Rupiah Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta- Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/4), ditutup melemah sebesar 78,51 poin seiring…

Bank Mayora Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

Guna perkuat likuiditas, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan kembali menerbitkan surat utang senilai Rp 500 miliar. Berdasarkan pengumuman Kustodian…

Analis: Momentum Tepat Rilis Obligasi - Peringkat Utang Indonesia Naik

NERACA Jakarta  - Analis pasar modal menilai bahwa sentimen dari kenaikan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dampak Pelemahan Rupiah - Asing Sesuaikan Investasinya di Bursa

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai nilai tukar rupiah yang cenderung mengalami pelemahan menjadi salah satu faktor…

WIKA Bagikan Dividen Rp 26,8 Per Saham

NERACA Jakarta - Hasil keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyepakati untuk membagikan…

Trimegah Sekuritas Rilis MTN Rp 250 Miliar

Memanfaatkan pertumbuhan positif pasar obligasi di dalam negeri, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) berencana menerbitkan surat utang medium term…