Energi Persada Siapkan Capex US$ 187 Juta

NERACA

Jakarta – Tahun depan, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengangarkan belanja modal (capital expenditure/Capex) tahun 2015 sebesar US$ 187 Juta atau setara Rp 2,24 triliun,”Capex akan digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi tahun depan dari existing sumur produksi,”kata Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk, Imam P. Agustino di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, dana yang berasal dari internal perusahaan ini akan dialokasikan untuk peningkatan produksi migas menjadi 68 Million Barrel Oil Equivalent Per Day (MBOPD). Disebutkan, seluruh pendaan belanja modal akan bersumber dari kas internal perusahaan. Saat ini, penjualan perusahaan 75% didominasi oleh gas dan sisanya minya. Harga gas sebesar US$ 6 dolar sementara rerata harga minyak sebesar US$ 75.

Perusahaan eksplorasi minyak dan gas ini, memiliki kapasitas produksi di blok Malacca, blok Bentu, blok ONWJ, dan blok Kangean yang ditaksir mencapai 165.000 barel per hari (bph) hingga 2020 mendatang. Hingga kuartal-III 2014, perusahaan mencatatkan penurunan penjualan menjadi US$ 603 juta (minyak US$ 271,6 juta dan gas US$ 331,5 juta) dari US$ 807 juta setahun lalu menyusul penurunan volume produksi.

Sementara EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) tercatat mencapai US$ 360 juta. Perusahaan juga mencatatkan kinerja operasional mencapai 50,3 MBOEPD, terdiri dari 37,4 MBOEPD output gas dan 12,9 MBOEPD output minyak. Disamping itu, perseroan juga berencana merestrukturasi utang dalam rangka mencapai target‎ pertumbuhan pendapatan 20,02% pada tahun depan menjadi US$ 965 juta dari target akhir tahun sebesar US$ 804 juta.

Perusahaan berencana merestrukturasi utang (refinancing) kepada Farallon Capital dengan pokok pinjaman sebesar US$ 200 juta dan tingkat bunga Inter-bank Offer Rate (LIBOR) yang mencapai 18 persen per tahun,”Tingkat bunga tinggi ini bisa diturunkan menjadi 11 persen per tahun dengan penghematan mencapai US$ 15 juta per tahun, lumayan untuk penambahan laba bersih,”kata Imam P. Agustino.

Dia mengungkapkan perseroan tengah mendekati Credit Suisse dan Deutsche Bank untuk mendapat fasilitas kredit sindikasi guna memenuhi target restrukturisasi tersebut,”Tahun lalu kami telah mendapat fasilitas kredit sindikasi yang dipimpin oleh Bank of America Merrill Lynch dengan bunga LIBOR mencapai 6%. Hal itu mampu menghemat beban hingga US$ 26 juta pada tahun lalu,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan juga tengah mencari mitra bisnis untuk mengelola blok migas di Mozambik. “Untuk di Mozambik kami sedang mencari partner asing. Kita targetkan tahun ini sudah dapat partner. Sementara pengeboran sudah mulai persiapan di kuartal pertama 2015,” ujarnya.(bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Siapkan Intervensi Pasar Jika Harga Telur Bertahan - Niaga Domestik

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya untuk menurunkan harga daging ayam ras dan telur secara bertahap dalam waktu…

TCASH Luncurkan Aplikasi Lintas Operator - Targetkan 40 Juta Pelanggan

Dalam rangka penetrasi pasar lebih luas lagi dan mendongkrak transaksi, TCASH membuka layanan aplikasi TCASH wallet untuk dapat digunakan oleh…

Bank Syariah Mandiri Siapkan IPO di 2019 - Dinilai Momentum Tepat

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa bank syariah yang sudah go public atau mencatatkan sahamnya di pasar modal lewat penawaran umum…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target

Di kuartal kedua 2018, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan penjualan alat berat sebanyak 495 unit atau 22,95% dari target…

Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%

NERACA Jakarta - PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp221,7 miliar sepanjang kuartal I/2018. Capaian tersebut…

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…