Paramount Land Luncurkan Rumah Di Jalur Emas Senilai Rp240 Miliar

NERACA

Tangerang - Paramount Land hari ini kembali meluncurkan produk terbaru La Bella@Milano Village, yang mengusung konsep rumah compact cantik. La Bella@Milano Village terletak di lokasi premium sebelah selatan kota Gading Serpong dengan akses yang strategis, berada di jalan penghubung antara dua kota besar yaitu Gading Serpong dan BSD City yang menyangga kota Serpong, serta dikelilingi berbagai fasilitas lengkap dan berbagai keunggulan yang menunjang mobilitas dan pemenuhan kebutuhan setiap penghuninya.

Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugroho, mengungkapkan, setelah sukses meluncurkan 10 produk rumah selama tahun 2014, La Bella@Milano Millage merupakan produk terakhir yang menutup tahun 2014. Peluncuran produk baru ini sejalan dengan permintaan konsumen akan rumah tapak yang compact, cantik dan strategis.

“Dalam berinvestasi di bidang properti, lokasi merupakan faktor yang sangat penting baik untuk tempat tinggal ataupun usaha. investasi properti dinilai baik jika dekat dengan berbagai fasilitas seperti universitas/sekolah, pusat perbelanjaan dan pusat perkantoran, dan didukung oleh infrastruktur yang baik,” tuturnya.

Selanjutnya Ervan menyampaikan bahwa La Bella@Milano Village diluncurkan sebanyak 266 unit dengan Luas Tanah 48 m2 dan Luas Bangunan 61 m2, dan harga yang sangat menarik di kisaran Rp 897-998 juta per unit. Dan pada peluncuran tersebut, seluruh unitnya sudah terjual habis.

Andreas Nawawi, Direktur Marketing Paramount Land menyampaikan bahwa, “Lokasi La Bella@Milano Village begitu premium serta ditunjang fasilitas yang lengkap di dua kawasan terbesar di kota Serpong (Gading Serpong dan BSD City) diantaranya 6 universitas/akademi, 7 sekolah ternama, 4 rumah sakit, 8 hotel berbintang, 3 mal dan 2 lapangan golf. Ditambah lagi dengan akses tol yang dimiliki oleh kedua kawasan tersebut, sangat mempermudah penghuni yang iingin pergi ke wilayah Jakarta Selatan ataupun Jakarta Barat. Di depan Milano Village juga terdapat deretan ruko Mendrisio yang megah dan mulai ramai diisi pertokoan dan rumah makan,” tambah Andreas.

Sementara itu, Direktur Teknik Paramount Land, Aryo Tri Ananto mengatakan bahwa klaster La Bella@Milano Village mengusung desain minimalis Eropa dengan perpaduan arsitektur tropis ala Indonesia. Desain simple bergaya rumah-rumah di Eropa, tetapi mengadopsi atap berbentuk trapesium, banyaknya cahaya matahari yang masuk, dan sirkulasi udara.

Optimistis di 2015

Kendati ada dampak dari penaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang menyebabkan kenaikan harga kebutuhan lainnya, Paramount Land tetap optimistis menyambut 2015. Menurut Ervan, kenaikan harga BBM memang memberi pengaruh terhadap pelonjakan harga kebutuhan lain, namun ia melihat dengan menggeliatnya properti di Indonesia, Ervan menilai kemampuan pasar properti untuk tahun depan berada di jalur positif.

Banyaknya, investor asing yang masuk ke sektor properti di Indonesia, membuktikan negeri ini merupakan target investasi terbaik di dunia. Karena itu, Ervan menyebutkan pada tahun depan, Paramount akan membangun beberapa produk landed house, komersial seperti ritel dan perkantoran, serta kondominium. “Tapi kami tetap mengusung konsep rumah compact, karena pasarnya masih bagus,” ujarnya.

Adapun untuk tahun depan, Paramount menargetkan marketing sales sebesar Rp3,1 triliun. “Jadi kami optimistis walau banyak pengamat mengatakan properti 2015 melesu, tapi kebutuhan rumah tapak masih tinggi,” sambung dia. Sebagai informasi hingga akhir November kemarin, Paramount Land telah membukukan penjualan sebanyak Rp2,8 triliun.

BERITA TERKAIT

Gandeng Telkomsel, Sun Life Luncurkan Telco Insurance

      NERACA   Jakarta - PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) meluncurkan layanan telco insurance bekerja sama…

Transcoal Pacific Incar Dana Rp 100 Miliar - Lepas 27% Saham Lewat IPO

NERACA Jakarta – Minat perusahaan untuk menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) masih cukup besar, meskipun…

Insentif Investasi di Bawah Rp500 Miliar Disiapkan - Kepala BKPM Thomas Lembong

Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan insentif perpajakan bagi investasi skala menengah dan kecil di…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

SDM Terampil di Bidang Digital Topang Penerapan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor utama dalam menopang implementasi revolusi industri keempat. Namun, SDM…

Dunia Usaha - Disiapkan, Pelatihan Implementasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan program pelatihan mengenai implementasi Industri 4.0 kepada pegawai di lingkungan pemerintahan, Badan Usaha Milik…

Industri Kecil dan Menengah - Kemenperin Pacu IKM Agar Go Global dan Go Digital

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus dalam pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) karena telah lama berperan penting menopang perekonomian…