Kematangan Elang Mahkota di Bisnis Rumah Sakit

Lebih Pilih Akuisisi Rumah Sakit

Selasa, 02/12/2014

NERACA

Jakarta – Menjaga kesimbangan bisnis yang tidak hanya mengandalkan di sektor media, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) semakin serius memacu ekspansi bisnis rumah sakit. Alasannya, prospek bisnis jasa layanan rumah sakit sangat menjanjikan pada tahun-tahun mendatang.

Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, Sutanto Hartono mengungkapkan, perseroan mempunyai sayap usaha PT Pertamedika Sentul yang kegiatannya meliputi pengelolaan rumah sakit, klinik dan balai pengobatan serta penyelenggaraan pelayanan kesehatan,”Kami memang punya portofolio bisnis rumah sakit, tapi masih perlu belajar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Keseriusan menggarap bisnis rumah sakit, dinilai Sutanto karena prospek yang sangat terbuka lebar. Dijelaskannya, penduduk Indonesia sekira 250 juta jiwa membutuhkan pelayanan kesehatan memadai. Terlebih, hadirnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesejahatan pun cakupannya sangat luas, sehingga permintaan terhadap layanan kesehatan pun akan semakin meningkat.

Dia mengatakan, perseroan akan fokus pada aksi korporasi akuisisi ketimbang mengandalkan pertumbuhan organik untuk bisnis rumah sakit ke depan,”Kami akan akuisisi rumah sakit, supaya pelayanan kesehatannya lebih improve. Dan ini sedang tahap evaluasi rumah sakit lain," ujar Sutanto.

Selain rumah sakit, EMTEK akan mengoptimalkan pendapatan dari bisnis televisi berbayar (Pay TV). Saat ini, kata dia, jangkauan Nexmedia sebagi produk pay TV perseroan baru menjangkau wilayah Jabodetabek,”Tapi ternyata investasi cuma satu pemancar di Cipondoh sangat kurang, sehingga kami bikin tiga transmitter plus satu yang sedang berjalan. Jadi nantinya ada empat transmitter untuk mengcover 95% wilayah Jabodetabek dari sebelumnya 63%,”kata Sutanto.

Maka untuk merealisasikan rencana besar tersebut, perseroan akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekira Rp 300 miliar-Rp 350 miliar. Sementara anggaran capex tahun ini tercatat sekira Rp 350 miliar. Terdiri dari Divisi Media mendapat jatah Rp 150 miliar, Divisi Solusi Rp 150 miliar dan sisanya Divisi Konektivitas.

Dirinya mengungkapkan, dari belanja modal tersebut dijelaskan, untuk divisi Media akan mengalami peningkatan, dan Divisi Konektivitas akan menurun. Sutanto berharap, perseroan akan mampu meningkatkan pendapatan di 2015 dengan pertumbuhan sekira 10%-12% dari realisasi tahun ini. Sampai dengan September 2014, EMTEK membukukan kenaikan pendapatan menjadi Rp 4,8 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,2 triliun.

Belum lama ini, perseroan melakukan pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 221,02 miliar. Dimana sebagai agunan atas fasilitas kredit BCA adalah PT Pertamedika Sentul (PS) yang merupakan pengelola rumah sakit Pertamedika Sentul.

Dijelaskan, transaksi ini dilakukan demi kepentingan PS yang merupakan pihak terafiliasi dari perseroan dengan kepemilikan tidak langsung melalui SI anak perusahaan EMTK, yaitu sebesar 65% atau 49,29 saham. Dijelaskan, pemberian jaminan dan ganti rugi yang sebesar Rp 221,02 miliar ini setara dengan 2,36% dari jumlah ekuitas perseroan pada 31 Desember 2013, yaitu sebesar Rp 9,36 miliar. (bani)