Kematangan Elang Mahkota di Bisnis Rumah Sakit - Lebih Pilih Akuisisi Rumah Sakit

NERACA

Jakarta – Menjaga kesimbangan bisnis yang tidak hanya mengandalkan di sektor media, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) semakin serius memacu ekspansi bisnis rumah sakit. Alasannya, prospek bisnis jasa layanan rumah sakit sangat menjanjikan pada tahun-tahun mendatang.

Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, Sutanto Hartono mengungkapkan, perseroan mempunyai sayap usaha PT Pertamedika Sentul yang kegiatannya meliputi pengelolaan rumah sakit, klinik dan balai pengobatan serta penyelenggaraan pelayanan kesehatan,”Kami memang punya portofolio bisnis rumah sakit, tapi masih perlu belajar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Keseriusan menggarap bisnis rumah sakit, dinilai Sutanto karena prospek yang sangat terbuka lebar. Dijelaskannya, penduduk Indonesia sekira 250 juta jiwa membutuhkan pelayanan kesehatan memadai. Terlebih, hadirnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesejahatan pun cakupannya sangat luas, sehingga permintaan terhadap layanan kesehatan pun akan semakin meningkat.

Dia mengatakan, perseroan akan fokus pada aksi korporasi akuisisi ketimbang mengandalkan pertumbuhan organik untuk bisnis rumah sakit ke depan,”Kami akan akuisisi rumah sakit, supaya pelayanan kesehatannya lebih improve. Dan ini sedang tahap evaluasi rumah sakit lain," ujar Sutanto.

Selain rumah sakit, EMTEK akan mengoptimalkan pendapatan dari bisnis televisi berbayar (Pay TV). Saat ini, kata dia, jangkauan Nexmedia sebagi produk pay TV perseroan baru menjangkau wilayah Jabodetabek,”Tapi ternyata investasi cuma satu pemancar di Cipondoh sangat kurang, sehingga kami bikin tiga transmitter plus satu yang sedang berjalan. Jadi nantinya ada empat transmitter untuk mengcover 95% wilayah Jabodetabek dari sebelumnya 63%,”kata Sutanto.

Maka untuk merealisasikan rencana besar tersebut, perseroan akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekira Rp 300 miliar-Rp 350 miliar. Sementara anggaran capex tahun ini tercatat sekira Rp 350 miliar. Terdiri dari Divisi Media mendapat jatah Rp 150 miliar, Divisi Solusi Rp 150 miliar dan sisanya Divisi Konektivitas.

Dirinya mengungkapkan, dari belanja modal tersebut dijelaskan, untuk divisi Media akan mengalami peningkatan, dan Divisi Konektivitas akan menurun. Sutanto berharap, perseroan akan mampu meningkatkan pendapatan di 2015 dengan pertumbuhan sekira 10%-12% dari realisasi tahun ini. Sampai dengan September 2014, EMTEK membukukan kenaikan pendapatan menjadi Rp 4,8 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,2 triliun.

Belum lama ini, perseroan melakukan pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 221,02 miliar. Dimana sebagai agunan atas fasilitas kredit BCA adalah PT Pertamedika Sentul (PS) yang merupakan pengelola rumah sakit Pertamedika Sentul.

Dijelaskan, transaksi ini dilakukan demi kepentingan PS yang merupakan pihak terafiliasi dari perseroan dengan kepemilikan tidak langsung melalui SI anak perusahaan EMTK, yaitu sebesar 65% atau 49,29 saham. Dijelaskan, pemberian jaminan dan ganti rugi yang sebesar Rp 221,02 miliar ini setara dengan 2,36% dari jumlah ekuitas perseroan pada 31 Desember 2013, yaitu sebesar Rp 9,36 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Transcoal Akuisisi Dua Perusahaan Pelayaran - Tingkatkan Volume Angkutan

NERACA Jakarta – Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global memberikan dampak terhadap rencana bisnis beberapa perseroan, namun tidak halnya bagi…

BTN Genjot Pertumbuhan KPR di Jawa Timur - Dorong Program Sejuta Rumah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. bakal terus memacu ekpansi bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Provinsi Jawa Timur (Jatim)…

KOTA SUKABUMI - Peluang Bisnis Hidroponik yang Menjanjikan

KOTA SUKABUMI  Peluang Bisnis Hidroponik yang Menjanjikan NERACA Sukabumi - Pola tanam dengan cara hidroponik ternyata menjadi peluang usaha yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…