JNE Bidik Dana IPO Rp 3 Triliun

Rencanakan Akuisisi

Senin, 01/12/2014

NERACA

Yogyakarta– Wacana perusahaan ekspedisi PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) untuk menawarkan sahamnya ke public atau initial public offering (IPO) kembali merebak. Namun kali ini, perseroan sesumbar rencana perseroan untuk go public pada tahun 2017 dan saat ini tengah dipersiapkan secara matang, berupa perbaikan dalam asset yang sudah ada.

Direktur Pelaksana JNE, Johari Zein mengungkapkan, perseroan berniat untuk go public dalam tiga tahun kedepan atau pada tahun 2017,”IPO masih dalam persiapan 2017 nanti, perbaikan dalam aset-aset yang sudah ada, meluruskan banyak hal karena ini awalnya perusahaan keluarga,”ujarnya di Yogyakarta, kemarin.

Dia menargetkan dana tambahan yang masuk dari IPO tersebut senilai Rp 2 triliun - Rp 3 triliun yang akan dialokasikan untuk membangun pusat distribusi barang di Cikampek atau Karawang, Jawa Barat. Selain itu, untuk menambah fasilitas kantor cabang dan memperkuat infrastruktur perusahaan sebagai aksi ekspansi di bidang logistik.

Pihaknya juga sudah mulai melirik perusahaan-perusahaan untuk diakuisisi, seperti perusahaan percetakan dan pengepakan. Kedepan, perseroan menargetkan akan menambah 15.000 jaringan hingga 2025 yang saat ini masih sekitar 3.500 jaringan tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan pada tahun depan menargetkan pendapatan senilai Rp 3,9 triliun atau naik dari target tahun ini sebesar Rp 2,5 triliun.

Selama empat tahun terakhir, omzet pengiriman di seluruh Tanah Air naik 40% secara konsisten. Tentunya hal ini mendorong perseroan untuk meningkatkan kapasitas layanan hingga layanan distribusi ke seluruh pelosok nusantara dapat semakin lancar. Aksi korporasi dinilai merupakan pilihan tepat dalam mentransformasi perusahaan,”Melalui aksi korporasi, para stakeholder (pemangku kepentingan) JNE bisa memastikan akan adanya pengelolaan yang baik, terkontrol dan dikelola secara profesional," ujarnya.

Kata Johari, dirinya optimistis target 2015 akan terlampaui seperti target 2014 seiring dengan meningkatnya masyarakat kalangan menengah serta "e-commerce" yang semakin berkembang,”Ekonomi semakin membaik, 'delivery company atau perusahaan pengiriman barang, 'e-commerce' semakin berkembang," katanya.

Selain itu, lanjut dia, perkembangan angkutan transportasi yang semakin beragam juga mendorong industri pengiriman barang semakin tumbuh,”Sekarang banyak pesawat carter, dan kita juga banyak menggunakan itu, ke depannya pengiriman barang akan semakin tumbuh, meski sekarang belum terlihat barangnya, kita sediakan dulu angkutannya,”ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, Johari berharap infrastruktur transportasi bisa segera terintegrasi antarpulau, sehingga menciptakan efisiensi dan menekan perbedaan biaya yang terlampau jauh antara wilayah Barat dan Timur.

Ke depannya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Johari akan memperluas jaringan ke luar negeri karena peluangnya sangat potensial. Asal tahu saja, JNE sempat merencanakan IPO pada tahun 2015 dengan saham yang dilepas ke publik maksimum 20%. Namun rencana itu molor karena masih memperkuat dan mengukuhkan logistik sebagai bisnis utamanya. (ant/bani)