Perlu SDM Perikanan Handal Hadapi Pasar Bebas

NERACA

Jakarta – Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan negara maritim, dengan luas laut mencapai 70% dari luas wilayahnya, memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang sangat besar. Untuk mengelolanya secara optimal diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dan profesional. Dalam rangka meninjau satuan pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai lembaga pencetak SDM unggul tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan kunjungan kerja, Rabu (26/11), di Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sidoarjo, Jawa Timur, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Kamis (27/11).

Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) Suseno Sukoyono, yang hadir mendampingi Menteri pada kunjungan kerja tersebut mengatakan, pengembangan SDM ini dirasa sangat penting karena mengelola sumberdaya kelautan dan perikanan pada hakekatnya adalah mengelola SDM-nya, terlebih lagi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN Tahun 2015.

Ia melanjutkan, Poltek KP Sidoarjo merupakan salah satu satuan pendidikan KKP, di samping dua Poltek KP lainnya di Bitung dan Sorong; satu Sekolah Tinggi Perikanan di Jakarta, Bogor, dan Serang;serta sembilan Sekolah Usaha Perikanan Menengah di Aceh, Pariaman, Kota Agung, Tegal, Pontianak, Bone, Ambon, Kupang, dan Sorong.Penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan KKPmenggunakan program vokasi dengan pendekatan teaching factory(TEFA).

Arah pendidikan vokasi pada satuan pendidikan KKP adalah pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan karakter (character building). Adapun pendekatan teaching factory menghadirkan dunia usaha dan dunia industri yang sesungguhnya di dalam kampus, dengan porsi 70% praktek dan 30% teori untuk pendidikan menengah serta 60% praktek dan 40% teori untuk pendidikan tinggi. Sementara itu pendekatan TEFA memungkinkan para peserta didik memiliki kompetensi sebagaimana sistem produksi layaknya di dunia industri. Sistem perekrutan peserta didik tersebut menggunakan persentase 40% anak pelaku utama, 40% masyarakat umum, dan 20% mitra kerja sama.

“Pendidikan yang dilaksanakan pada satuan pendidikan KKP bersendikan empat pilar utama, yakni learning to know, to do, to live together, dan to be. Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter kebangsaan, sebagaimana manusia yang cerdas dan berkepribadian unggul yang siap menyongsong persaingan global,” tambah Suseno.

Pada 4 Juli lalu, Poltek KP Sidoarjomenjadi salah satu dari tiga Akademi Perikanan yang diluncurkan Menteri Kelautan dan Perikanan menjadi Poltek KP. Sesuai dengan nomenklatur KKP, maka sektor kelautan merupakan suatu keniscayaan untuk secepatnya dikembangkan sebagaimana sektor perikanan. Kelembagaan pendidikan tinggi politeknik memungkinkan untuk menyelenggarakan pendidikan dalam rumpun ilmu pengetahuan dan/atau teknologi kelautan dan perikanan untuk mendukung kelautan dan maritim.

Menurut Direktur Poltek KP Sidoarjo Endang Suhaedy, satuan pendidikan KKP, termasuk Poltek KP Sidoarjo, merupakan lembaga pendidikan unggulan dan penjuru/terdepan di sektor kelautan dan perikanan. Hal ini terbukti dari tingginya permintaan lulusan satuan pendidikan ini, baik untuk bekerja sebagai tenaga profesional di dalam maupun luar negeri. Menurut Endang, dari 600 permintaan lulusan Poltek KP Sidoarjo tahun ini, baru dapat terpenuhi sebanyak 121 orang.

Salah satu terobosan Poltek KP Sidoarjo terbaru adalah rintisan kawasan Eduminawisata pada 10 Oktober lalu.Rintisan kawasan ini mengintegrasikan entitas kegiatan pendidikan, produksi, pemasaran (minafood), dan kegiatan wisata perikanan air tawar berbasis blue economy dalam satu kawasan yang ramah lingkungan dan bebas limbah (zero waste), karena sistem pengelolaan dan pemanfaatan air dilakukan secara closed system.

Kawasan Eduminawisata ini selain dimanfaatkan oleh taruna sebagai sarana pembelajaran berbasis TEFA dengan konsep blue economy, juga dimanfaatkan oleh masyarakat luas baik disekitar lingkungan kampus maupun institusi/instansi yang melakukan kunjungan ke kampus Poltek KP Sidoarjo. Dalam pengembangan kawasan Eduminawisata ini akan dilakukan kerjasama dengan berbagai stakeholders yang konsen terhadap pengembangan kawasan pendidikan dan wisata perikanan air tawar.

BERITA TERKAIT

Pasar Obligasi Diproyeksikan Bergerak Sideways - Menanti Sentimen The Fed

NERACA Jakarta - Pekan ini pasar obligasi domestik diperkirakan bergerak sideways. Pasalnya, para pelaku pasar masih akan menunggu pengaruh sentimen-sentimen…

Bank Dunia Ingatkan Soal Investasi SDM

  NERACA Jakarta - Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim mengingatkan pentingnya investasi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung…

APPTHI: KPK Perlu Didukung Karena Naikkan IPK

APPTHI: KPK Perlu Didukung Karena Naikkan IPK NERACA Jakarta - Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) menilai keberadaan Komisi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Jelang 60 Tahun RI-Jepang - Menperin Pacu Kolaborasi Pengembangan Sektor Industri

NERACA Jakarta – Hampir enam dekade, Indonesia dan Jepang menjadi mitra strategis dalam upaya pembangunan ekonomi kedua negara. Oleh karena…

Produksi Lele Bioflok Sokong Suplai Pangan Berbasis Ikan

NERACA Sleman- Menteri Kelautan dan Perikanan yang diwakili Sekjen KKP, Rifky E Hardijanto melakukan panen perdana budidaya lele sisitem bioflok…

Industri Transportasi - Revolusi Media Digital Untuk Layanan Kereta Api

NERACA Jakarta - Saat ini DKI Jakarta dan sekitarnya sedang menggalakkan pembangunan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum di dalam…